Breaking News:

YLKI Endus Kartel Dibalik Mahalnya Minyak Goreng

Dugaan permainan kartel yang diendus oleh YLKI ditengah melambungnya harga minyak goreng dalam negeri.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Diterangkan dalam surat tersebut, ada 11 juta liter minyak goreng belum terdistribusi, terutama di wilayah Indonesia Timur. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pemerintah bakal mendistribusikan minyak goreng murah seharga Rp 14.000 per liter.

Melalui Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan mengatakan, penyaluran minyak goreng murah itu akan dilakukan melalui pengecer di pasar rakyat, pasar modern, dan e-commerce.

Harga minyak goreng Rp 14.000 per liter itu bakal berlaku selama enam bulan ke depan dan dapat diperpanjang.

Ada sebanyak 1,2 miliar liter minyak goreng subsidi yang bakal diedarkan nantinya.

Sebelumnya diberitakan jika harga minyak goreng tengah melambung tinggi di pasaran.

Penjual minyak goreng di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara saat menjelaskan kenaikan harga minyak goreng pada Rabu (1/12/2021).
Penjual minyak goreng di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara saat menjelaskan kenaikan harga minyak goreng pada Rabu (1/12/2021). (kompas.com)

Baca juga: UPDATE Harga Bahan Pokok di Mamuju, Cabai hingga Minyak Goreng Mulai Turun

Baca juga: Harga Minyak Goreng Kemasan 2 Liter Masih Rp 45 Ribu di Pasar Baru Mamuju

Dikutip dari Pusat Informasi Pangan Strategis, harga minyak goreng bahkan ada yang mencapai Rp 19.000 hingga Rp 24.000 per kilogram, Sabtu (8/1/2022).

Sementara itu, secara rata-rata nasional, harga minyak goreng kemasan bermerek di Indonesia mencapai Rp 20.900 per kilogram.

Harga rata-rata nasional itu bahkan dinilai masih jauh lebih mahal dibandingkan dengan Malaysia yang notabene juga menjadi salah satu produsen sawit terbesar di dunia serta memiliki pendapatan per kapita 3 kali lipat lebih tinggi dari Indonesia.

Kenaikan harga minyak goreng dipengaruhi oleh harga Crude Palm Oil (CPO) dunia yang mengalami kenaikan menjadi 1.340 dollar AS per metrik ton (MT).

Persekongkolan kartel minyak goreng

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengendus adanya praktik kartel di balik melambungnya harga minyak goreng di Indonesia.

Ketua YLKI, Tulus Abadi, menyampaikan, ada sejumlah indikasi kartel di balik naiknya harga minyak goreng di negara-negara pengekspor sawit terbesar dunia ini.

"Saya curiga ada praktek kartel atau oligopoli. Dalam UU tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat," kata Tulus Abadi.

Sebagai informasi, kartel merujuk pada sejumlah kelompok produsen yang mendominasi pasar yang bekerja satu sama lain guna meningkatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved