Breaking News:

Harga Minyak

Harga Minyak Naik, Pengusaha Ayam Goreng di Mamuju Menjerit, Keuntungan Menipis

Jika sebelumnya keuntungan mencapai 70 persen dari modal yang digunakan. Kini hanya sekitar 50 persen.

Penulis: Abd Rahman | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
Penjual Ayam Geprek Obet di Jl Pababari, Kelurahan Karema, Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (13/1/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU - Harga minyak goreng yang melambung tinggi, berdampak signifikan terhadap pengusaha ayam goreng di Mamuju.

Pemilik Ayam Geprek Obet, Ros, mengungkapkan, naiknya harga minyak goreng membuat keuntungan makin menipis.

"Pemasukan dari waktu-waktu sebelumnya tidak sama selama harga minyak naik," kata Ros kepada Tribun-Sulbar.com, Kamis (13/1/2022).

Jika sebelumnya keuntungan mencapai 70 persen dari modal yang digunakan.

Kini hanya sekitar 50 persen.

"Pelanggan masih aman-aman saja, tapi kita lebih banyak menambah modal," ucapnya.

"Kita juga tidak mau naikkan harga, karena kasihan dengan pelanggan juga," sambungnya.

Harga ayam geprek tetap sama bagian paha bawah tetap Rp 10 ribu dan bagian sayap Rp 10 ribu.

Sementara, untuk bagian dada Rp 11 ribu dan paha atas Rp 11 ribu.

Selain harga minyak, Ros juga mengeluhkan harga cabai semakin naik.

"Harga cabai juga mahal, jadi susah sekali ini sekarang," keluhnya.

Ia berharap, pemerintah bisa kendalikan harga minyak goreng masyarakat dan pengusaha kecil tidak terbebani.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved