Breaking News:

Korupsi Dana Replanting

Manipulasi Data CPCL, Modus Mantan Kadis Perkebunan Mateng Korupsi Dana Replanting Rp 7.9 Miliar

Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2019 dengan pagu anggaran Rp 8.1 miliar.

Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun Sulbar / Abd Rahman
Tiga tesangka menggunakan rompi saki Kejati Sulbar, setelah ketiganya ditetapkan menjadi tersangka. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Mantan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Mamuju Tengah, Muh Anwar, resmi ditahan dalam perkaran dugaan korupsi peremajaan sawit rakyat (PSR) atau replanting sawit tahun 2019.

Muh Anwar dan dua tersangka lainnya langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mamuju, Senin (10/1/2022).

Dua tersangka lainnya yakni Basir selaku tim verifikasi dan Syaharuddin selaku ketua kelompok tani Makassar Bahagia.

Ketiganya akan menjalani penahanan selama 20 hari ke depan.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar, Didik Istiyanta, mengungkapkan, perbuatan tiga tersangka menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 7.9 miliar.

Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2019 dengan pagu anggaran Rp 8.1 miliar.

"Muh Anwar bersama-sama Syaharuddin memanipulasi data Calon Petani Calon Lahan (CPCL)," kata Didik kepada wartawan di kantor Kejati Sulbar, Senin (10/1/2022).

Selain itu, bersama-sama tersangka Basir tidak memverifikasi anggota kelompok tani, memanipulasi letak lahan seolah-olah berada di luar kawasan hutan menggunakan perusahaan anaknya sebagai pelaksana pekerjaan tumbang chipping untuk mendapatkan fee.

Sementara tersangka Syaharuddin memanipulasi CPCL dan menerima fee dana PSR yang dikucurkan secara melawan hukum oleh tersangka Muh Anwar selaku Ketua Tim PSR Kabupaten Mamuju Tengah.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved