Breaking News:

Mahasiswa & Pemuda Balanipa Desak Pemerintah Tarik Alat Berat dari Lokasi Pembangunan TPA

Kemudian kata Yaqub terkait pembangunan TPA di Balanipa belum ada analisis dampak lingkungan atau Amdal.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri
Mahasiswa yang mengatasnamakan Pemuda Balanipa Bergerak menggelar pertemuan dengan Camat Balanipa. Pertemuan ini membahas polemik pembangunan TPA dj Balanipa. 

TRIBUN - SULBAR. COM, POLMAN - Sejumlah mahasiswa dan pemuda mendatangi Kantor Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Jumat (7/1/2022).

Mereka menggelar pertemuan dengan pemerintah kecamatan terkait polemik pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) di Kelurahan Balanipa.

Pertemuan mahasiswa yang mengatasnamakan pemuda Balanipa bergerak dihadiri langsung Camat Balanipa, Muhammad Sukri, serta beberapa unsur lainnya.

Dalam pertemuan di ruangan Camat Balanipa diwarnai dengan dialog.

Para mahasiswa juga menyerahkan selembar surat pernyataan yang menjadi tuntutannya.

Adapun isi surat pernyataannya adalah menutup dan menolak pembangunan TPA di Kecamatan Balanipa.

Kedua mendesak agar alat berat yang sementara beraktivitas di lokasi TPA segera ditarik.

Pemuda Balanipa bergerak juga meminta kepada pemerintah kabupaten untuk pencegahan pencemaran lingkungan dan dampak lainnya dengan mengadakan TPA di masing masing kecamatan.

"Kami sudah menemukan titik temu, dan Insyaallah surat edaran yang kami bagikan kepada masyarakat selanjutnya akan kami bawa ke Pemda dan selanjutnya melakukan audiens," ucap salah satu pemuda Balanipa, Yaqub saat ditemui di lokasi pertemuan.

Yaqub kembali menyampaikan alasan sehingga menolak keras pembangunan TPA.

Salah satu alasannya dampak keberadaan TPA.

"Dampak lingkungan yang ditimbulkan. Keberadaan TPA kami liat tidak sesuai dengan perundang-undangan. Tentang jarak TPA itu kan minimal satu kilometer. Sementara ini 600 meter dari pemukiman, " paparnya.

Kemudian kata Yaqub terkait pembangunan TPA di Balanipa belum ada analisis dampak lingkungan atau Amdal. (san)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved