Harga Minyak Goreng di Pasar Sentral Majene Naik Lagi, Pedagang: Stok Terbatas
Sedangkan minyak kemasan aneka merek kemasan satu liter, wanita 50 tahun tersebut menjual kisaran Rp 21 ribu.
Penulis: Masdin | Editor: Hasrul Rusdi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Pedangang-minyak-makan-di-pasar-Sentral-Majene.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Akhir tahun 2021, harga bahan pokok terus naik, satu diantaranya minyak goreng.
Pedangang di Pasar Sentral Majene, Salmia (50) mengatakan dari tiga jenis minyak yang ia jual semua mengalami kenaikan.
"Naik semua, minyak pabrik (curah) sama minyak kemasan," ujar Salmia, Rabu (29/12/2021).
Lebih rinci pedagang tersebut menuturkan bahwa harga minyak curah Rp 18 ribu per liter dari sebelumnya Rp 12 ribu.
Sedangkan minyak kemasan aneka merek kemasan satu liter, wanita 50 tahun tersebut menjual kisaran Rp 21 ribu.
"Sekarang Rp 21 ribu, kalo dulu rata Rp 15 ribu," tuturnya ramah.
Selain minyak curah dan kemasan, Salmia juga menjual minyak Mandar atau minyak kelapa.
Minyak mandar dijual jauh lebih mahal dari minyak lain yakni Rp 32 ribu per liternya.
Sama seperti minyak jenis curah dan kemasan, minyak kelapa juga alami kenaikan harga.
"Naik juga dari sebelumnya Rp 25 ribu per liter saja," terangnya.
Baca juga: Harga Cabai Rawit Makin Pedas Jelang Tahun Baru, Tembus Rp 100 Ribu per Kilogram
Baca juga: Harga Telur di Pasar Sentral Majene Tembus Rp 50 Ribu, Sebelumnya Rp 38 Ribu
Perihal naiknya harga tersebut, Salmia menilai bahan baku yakni sawit yang juga mengalami kenaikan harga.
"Bahan baku naik jadi naik juga, selain itu stok terbatas," alasannya.
Mahalnya harga minyak tersebut berdampak pada modal dan keuntungan.
"Keluar banyak modal tapi untung sedikit karena pembeli kurang," tandasnya.
"Bakal naik lagi ini, saya tadi ditelpon sama bos," tutupnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Masdin