Masjid Raya Mamuju
Malam Ini Basarnas Lanjut Pencarian Pekerja Tertimbun Reruntuhan Masjid Raya Suhada Mamuju
Sebelumnya pencarian dua pekerja tertimbun reruntuhan Masjid Suhada Mamuju, di Jl Moh Thahir, Kelurahan Binanga, Kabupaten Mamuju dihentikan.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Basarnas-Mamuju-melakukan-evaskusi-pekerja-tertimpa-reruntuhan-bangunan-Masjid-Suada.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pencarian dan Pertolongan Badan SAR Nasional (Basarnas) Mamuju akan melanjutkan pencarian dan evakuasi korban reruntuhan bangunan masjid Raya Suhada Mamuju, Rabu (22/12/2021) malam.
Basarnas Mamuju akan terus melanjutkan pencarian dan evakuasi meski sudah malam.
Demikian disampaikan Kasubbag Umum Basarnas Mamuju Agung melalui pesan WhatsApp.
"Pencarian dan evakuasi tetap dilanjutkan karena penerangan memadai"kata Agung Rabu malam.
Sebelumnya pencarian dua pekerja tertimbun reruntuhan Masjid Suhada Mamuju, di Jl Moh Thahir, Kelurahan Binanga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) dihentikan.
Diketahui, tiga pekerja tertimpa reruntuhan bangunan Masjid Suada Mamuju sekitar pukul 14.00 Wita, siang tadi.
kepala Pencarian dan Pertolongan Badan SAR Nasional (Basarnas) Mamuju, Muhammad Arif Anwar, mengatakan proses evakuasi dihentikan sementara mengingat waktu sudah masuk malam hari.
"Karna proses evakuasi di malam hari sangat beresiko, dan membahayakan keselamatan," terang Muhammad Arif Anwar saat konferensi pers, Rabu (22/12/2021) sore.
Adapun kendala yang dihadapi tim gabungan ialah, sulitnya mengevakuasi reruntuhan.
"Batunya bukan batu kecil, melainkan bongkahan besar tembok masjid," lanjutnya.
Kata dia, tim sudah melihat satu korban yang tertimpa reruntuhan.
Namun proses evakuasi terkendala, sebab reruntuhan tersebut bongkahan besar.
Proses pengangkatan bongkahan membutuhkan waktu yang lama.
"Karena bongkahanya tidak sedikit, banyak dan menumpuk," pungkasnya.
Proses evakuasi akan dilanjutkan besok pagi.
Tim gabungan akan briving untuk membahas dan mengevaluasi kinerja tim.
Serta akan mendirikan posko darurat di lokasi tersebut.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, terlihat dua alat berat ekskavator dan satu mobil crene.
Sementara itu untuk pekerja yang tertimpa reruntuhan nasibnya kini belum diketahui.
Tiga pekerja yang tertimbun reruntuhan tersebut, satu diantaranya sudah ditemukan.
Dua diantaranya masih dalam proses pencarian.
Sementara pekerja yang belum ditemukan ialah Dg Tobo,(40) dan Henrik (20).
Namun dia belum menjelaskan kronologi kejadian sehingga reruntuhan bangunan menimpa tiga pekerja tersebut.
Robohnya bangunan tersebut sekitar pukul 14.12 Wita. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Fahrun Ramli