Breaking News:

Varian Omicron

Omicron Terdeteksi Masuk ke Indonesia, Wisma Atlet Diisolasi 7 Hari

Dalam tujuh hari ke depan Wisma Atlet Kemayoran akan diisolasi. Menyusul ditemukannya varian Omicron pertama di Indonesia.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Ilham Mulyawan
kompas.com
ILUSTRASI Varian Omicron (B.1.1.529). Dokter di Afrika Selatan yang pertama kali menyadari ada varian baru Covid-19 mengatakan, gejala varian Omicron sangat ringan seperti infeksi virus umumnya. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk melakukan isolasi terhadap RSDC Wisma Atlet Kemayoran selama tujuh hari ke depan.

Isolasi ini dilakukan menyusul ditemukannya satu kasus Covid 19 akibat varian baru Omicron dari pekerja kebersihan di Wisma Atlet tersebut.

Keputusan isolasi ini diambil setelah melakukan rapat koordinasi dengan Menko Marves, Menteri Kesehatan, TNI, dan Satgas Penanganan Covid 19, yang dilanjutkan dengan rapat teknis dengan kementerian lembaga terkait.

Suharyanto, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid 19 menyampaikan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini.

Guna mencegah penyebaran dan penularan virus Omicron pada level komunitas.

Sejumlah tenaga kesehatan mengikuti upacara peringatan HUT Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Selasa (17/8/2021). HUT Ke-76 Kemerdekaan RI tahun ini bertemakan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh..
Sejumlah tenaga kesehatan mengikuti upacara peringatan HUT Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Selasa (17/8/2021). HUT Ke-76 Kemerdekaan RI tahun ini bertemakan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.. (kompas.com)

Baca juga: Menkes RI Sampaikan Kronologi Covid-19 Varian Omicron Terdeteksi di Indonesia, Pasien Tanpa Gejala

Baca juga: Tingkatkan Kesedaran Prokes Covid-19, Anggota Polsek Sumarorong Bagi-bagi Masker Gratis

"Isolasi RSDC adalah langkah yang diharapkan efektif untuk tujuan tersebut," kata Suharyanto.

Lebih lanjut, Suharyanto menyampaikan, dalam beberapa pekan terakhir, Wisma Atlet akan difungsikan sebagai tempat karantina bagi pelaku perjalanan internasional melengkapi Wisma Atlet Pademangan.

Tak hanya itu, pemerintah juga membuka rumah susun (rusun) Nagrak di Cilincing, Jakarta Utara sebagai tempat karantina terpusat bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), pelajar dan aparatur sipil negara (ASN) sebagai cadangan tempat karantina.

"Rusun Nagrak memiliki kapasitas lebih dari 4.000 tempat tidur. Dua hari lalu, saya sudah mengecek kesiapannya," jelasnya.

Suharyanto menyampaikan pihak Satgas Penanganan Covid 19 juga menambah jumlah tenaga kesehatan yang akan bertugas di RSDC Wisma Atlet Kemayoran selama menjalani isolasi dalam waktu tujuh hari ke depan.

Mengingat, jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang ada di RSDC Wisma Atlet Kemayoran sangat terbatas.

Dirinya juga meminta kepada pasien yang telah menjalani karantina selama 14 hari ke belakang di Tower 4 RSDC Wisma Atlet untuk terus memantau kondisi kesehatan mereka.

Apabila terjadi gejala, diharapkan untuk segera melaporkan kepada puskesmas terdekat di wilayahnya.

"'Saya menghimbau agar masyarakat tidak panik, tetapi tetap waspada dengan memperketat protokol kesehatan, segera melakukan vaksinasi, dan menghadapi Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dengan mengurangi mobilitas," bebernya.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved