Hasil Seleksi Cakades
Warga Protes Hasil Seleksi Cakades, Ketua Komisi I DPRD Mamuju Sebut Dinas PMD Tidak Becus
Menurutnya ketika sudah ada masyarakat dari salah satu desa gelar aksi protes dengan membakar ban, pertanda sudah ada masalah.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Aksi-protes-warga-Desa-Sampaga.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mamuju, Drs H Sugianto, angkat bicara mengenai polemik penetapan bakal calon kepala desa (Cakades).
Menurutnya ketika sudah ada masyarakat dari salah satu desa gelar aksi protes dengan membakar ban, pertanda sudah ada masalah.
"Jika sudah ada aksi demo dari masyarakat, berarti panitia penyelenggara tidak becus," terang Sugianto via telepon, Rabu (8/12/2021) malam.
Kata dia, panitia penyelenggara dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Mamuju.
"Kerja-kerja PMD tidak becus, tidak konsisten dan memaksaakan kehendak," lanjutnya.
Politisi senior partai Golkar Mamuju itu menilai, polemik Cakades selalu bermasalah di tingkatan panitia kabupaten.
Sebab, kata dia, panitia yang ada di desa murni mengikuti aturan, dan tidak ada masalah.
"Yang seringkali bermasalah panitia ditataran Kabupaten," ujar alumni IKIP Makassar (sekarang UNM) tersebut.
Salah satu desa warganya tidak puas dengan penetapan calon kepala desa gelar aksi protes, Rabu (8/12/2021).
Yakni warga Desa Sampaga Kecamatan Sampaga, melakukan aksi demonstrasi di depan kantor desa.
Massa aksi terlihat membakar ban.
Mereka menyoroti adanya ketidaksesuaian penetapan bakal calon kepala desa.
Dimana ada tujuh bakal calon dari Desa Sampaga, mengikuti tes tertulis dan wawancara pada Jumat (3/12/2021) kemarin di Universitas Muhammadiya Mamuju (Unimaju).
Namun saat pengumuman hasil penetapan calon untuk desa Sampaga pada Rabu (8/12/2021) hanya tiga nama yang lulus.
Tiga nama yang lulus tersebut yakni Agussalim, Tasim, dan Mahmuddin.