Air Sudah Surut, Kepala Desa Balabalakang Timur: 31 Rumah Warga Akan Dipindahkan
"Rumah itu sudah membahayakan karena sudah berada di bibir pantai akibat dari Abrasi," ungkapnya.
Penulis: Abd Rahman | Editor: Hasrul Rusdi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kondisi-pemukiman-warga-di-pula-Balakbalakang-Kabupaten-Mamuju.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kondisi terkini Kepulauan Balabalakang, Kabupaten Mamuju setelah diterjang gelombang tinggi dan banjir air pasang, Selasa (7/12/2021).
Air sudah mulai surut dan warga sudah kembali rumah.
Hal itu diungkapkan, Kepala Desa Balabalakang Timur, Mahmud Idris melalui sambungan telepon kepada Tribun-Sulbar.com, Rabu (8/12/2021).
"Alhamdulillah mulai tadi malam air sudah mulai surut," ungkap Idris.
Baca juga: Kepala Desa Balabalakang Timur Terima 75 Karung Beras Bantuan dari Pemkab Mamuju
Baca juga: 508 Warga Balabalakang Mamuju Terancam Kelaparan, Pak Camat: Terdampak Abrasi
Sebagian warga yang mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing.
Namun, ada beberapa warga yang tidak bisa pulang karena rumahnya sudah berada di bibir pantai.
Ia menyebutkan, ada 31 Kepala Keluarga (KK) rumah rusak dan layak untuk dipindahkan.
Dari 31 tersebut terdiri dari tiga pulau diantaranya Pulau Seloang, Pulau Malamber, dan Pulau Ambo.
"Rumah itu sudah membahayakan karena sudah berada di bibir pantai akibat dari Abrasi," ungkapnya.
Diberiktakan sebelumnya, Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi beberapa hari terkahir menerjang Kepulauan Balakbalakang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).
Dimana air pasang dan gelombang tinggi setinggi perut orang dewasa menghantam pemukiman warga.
Akibatnya, warga Pulau Ambo dan sekitarnya panik dan mengunsi ke tempat lebih aman.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman