Senin, 4 Mei 2026

508 Warga Balabalakang Mamuju Terancam Kelaparan, Pak Camat: Terdampak Abrasi

"Air laut naik dipemukiman warga sudah sampai pusat dan pulau terancam tenggelam kalau ini dibiarkan terus menerus," ujarnya.

Tayang:
Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Hasrul Rusdi
zoom-inlihat foto 508 Warga Balabalakang Mamuju Terancam Kelaparan, Pak Camat: Terdampak Abrasi
Tribun-Sulbar.com/Habluddin
Camat Balabalakang, Sunarjo saat ditemui di salah satu warkop di Mamuju Jl Martadinata, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Selasa (7/12/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Tercatat 508 Kartu Keluarga (KK) di dua Desa yakni Balabalakang Timur dan Balabalakang, Kecamatan Balabalakang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) terdampak abrasi.

Abrasi disertai ombak besar menghantam 10 pulau dari 12 pulau berpenghuni dan dua pulau tersebut jadi yang terparah.

Hal tersebut, disampaikan Camat Balabalakang, Sunarjo saat ditemui di salah satu warkop di Mamuju Jl Martadinata, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Selasa (7/12/2021) malam.

"Saat ini warga 508 KK di sana membutuhkan bantuan pemerintah kebutuhan bahan pokok, karena pekerjaan satu-satunya warga melaut tidak dilakukan dengan kondisi cuaca dan harus memikirkan keluarganya di rumah," kata Sunarjo.

Baca juga: Bertahun-tahun Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Desa Babana Mateng Tanam Pohon Pisang

Saat ini, belum ada bantuan masuk ke sepuluh pulau yang berpenghuni di Kecamatan Balabalakang.

Mengingat, kondisi cuaca ekstrem dan gelombang ombak besar menyulitkan pemerintah kecamatan dan desa mendistribusikan bantuan.

"Ada 75 paket bantuan sembako kita terima dari Pemkab Mamuju. Cuman kendalanya sulit kita distribusikan karena mengantarnya ke sana harus menggunakan kapal besar," ungkap Sunarjo.

Dia mengkhawatirkan jika menggunakan kapal kecil bantuan tersebut akan jatuh di tengah laut dengan kondisi cuaca kurang bersahabat.

Apalagi, dampak abrasi saat ini dinilai sudah melebihi kejadian di tahun-tahun sebelumnya.

"Air laut naik dipemukiman warga sudah sampai pusat dan pulau terancam tenggelam kalau ini dibiarkan terus menerus," ujarnya.

Pak Camat sudah koordinasi dengan Basarnas Mamuju, Lanal Mamuju, Pemprov Sulbar, dan Pemkab Mamuju terkait kondisi kepulauan Balabalakang saat ini.

Termasuk, bantuan evakuasi warga 508 KK jika ombak besar terus menghantam pemukiman warga kepulauan.

"Kita sangat berharap ada bantuan pengadaan tanggul atau pemecah ombak, paling tidak memperlambat pengikisan pulau-pulau di Balabalakang," harapnya.

Baca juga: Bertahun-tahun Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Desa Babana Mateng Tanam Pohon Pisang

Baca juga: Banjir Genangi Ruas Jalan di Polman, TNI Bantu Dorong Motor Warga yang Mogok

Karena mau tidak mau cepat atau lambat kepulauan Balabalakang akan menjadi cerita dikemudian hari kalau terlambat ditangani.

"Tapi kita sangat berharap ada tindak lanjut dari pemerintah, sehingga warga masih semangat melanjutkan hidupnya di kepulauan Balabalakang," tuturnya.

Dia juga membeberkan bahwa semua data warga dari sepuluh kepulauan berpenghuni sudah diserahkan ke Pemprov melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) SUlbar.(*)

Laporan Wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved