Breaking News:

Pemkab Majene Usul Anggaran Videotron Rp 5,8 Miliar di 2022, Ketua DPRD: Bukan Nilai Sedikit

Banggar DPRD Majene menilai, penganggaran di RAPBD Majene 2022 harusnya difokuskan ke pelayanan mendasar, yakni kesehatan dan pendidikan.

Penulis: Misbah Sabaruddin | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Misbah Sabaruddin
Ketua DPRD Majene Salmawati Djamado (tengah) saat memimpin rapat pembahasan RAPBD Majene 2022 oleh Badan Anggaran (Banggar) bersama TAPD Majene di ruang sidang Kantor DPRD Majene, Senin (22/11/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Ketua DPRD Majene Salmawati Djamado meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Majene agar pengelola videotron dihadirkan dalam pembahasan bersama Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Majene 2022.

Hal itu disampaikan saat rapat pembahasan RAPBD 2022 oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Majene bersama TAPD di ruang sidang Kantor DPRD Majene, Senin (22/11/2021).

Di mana, pengelola videotron di Majene ialah pihak swasta PT Ilu Group.

"Kami minta pengelola videotron ini dipanggil dan dihadirkan di rapat Banggar selanjutnya," tukas Salmawati Djamado.

Salmawati meminta pengelola videotron dihadirkan sebab, ia menilai penganggaran senilai Rp 5,8 miliar di RAPBD Majene 2022 bukan nilai sedikit dan harus dipaparkan dengan jelas.

Juga Banggar DPRD Majene menilai, penganggaran di RAPBD Majene 2022 harusnya difokuskan ke pelayanan mendasar, yakni kesehatan dan pendidikan.

Namun, penganggaran kesehatan dan pendidilan di RAPBD 2022 dinilai belum bisa mengcover secara keseluruhan.

Sebelumnya, rapat pembahasan RAPBD Majene 2022 ini merupakan lanjutan rapat sebelumnya pada Jumat (19/11/2021).

Salah satu agenda penting di rapat tersebut adalah membahas rasionalisasi atau pemangkasan anggaran.

Pemangkasan anggaran ini merupakan langkah satu-satunya untuk solusi defisit keuangan Majene senilai Rp 61 miliar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved