Breaking News:

Vaksinasi Polman

Kebijakan Bupati Polman Ibrahim Masdar, Kartu Vaksin Syarat Layanan Publik Termasuk di Capil

Vaksinasi di Polman belum mencapai angka 40 persen dari total sasaran wajib vaksin 370.054 orang.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Hasan Basri
Bupati Polewali Mandar (Polman) Andi Ibrahim Masdar saat meninjau Layanan Terpadu Satu Atap Penempatan dan Perlindungan Pekerja Imigran Indonesia (LTSA PP PMII) Polewali Mandar. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Bupati  Polewali Mandar (Polman) Andi Ibrahim Masdar mengakui pencapaian vaksinasi Covid-19 di daerahnya amsih sangat rendah.

Vaksinasi di Polman belum mencapai angka 40 persen dari total sasaran wajib vaksin 370.054 orang.

"Pencapaian di Polewali Mandar masih sangat minim, belum mencapai 40 persen, " kata Andi Ibrahim Masdar saat meninjau Kantor Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Polman, Senin (22/11/2021).

Rendahnya target pencapaian karena disebabkan beberapa faktor.

Salah satunya kata Andi Ibrahim Masdar adalah banyaknya warga merantau.

Ia mencontohkan perantau asal Polman di Lahad Datu mencapai 30 ribu lebih di satu perusahaan.

Belum lagi yang merantau di Kabupaten Mamuju dan daerah lainnya.

Tidak hanya itu, banyak warga Polman berprofesi sebagai nelayan meninggalkan rumahnya demi mencari nafkah.

"Masyarakat Polewali Mandar banyak merantau, tapi KTP nya masih Polman, " ucapnya.

Untuk mencapai target, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan baru tentang penerapan sertifikat vaksin jadi syarat di pelayanan publik.

Misalnya, masyarakat yang tidak memiliki surat atau sertifikat vaksin tidak akan dilayani dalam pengurusan di Kantor Dinas Kependudukan Catatan Sipil.

Aturan ini juga diberlakukan di rumah sakit.

Warga tidak diperbolehkan membesuk tanpa menunjukkan surat vaksin. (san)  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved