Pasar Sentral Majene

Daya Beli Ayam Potong di Majene Meningkat, Pedagang: Alhamdulillah Laris Manis

"Alhamdulillah laris manis, banyak lagi pembeli ayam semenjak tidak parah corona," ujar Budiman kepada Tribun-Sulbar.com, Kamis (18/11/2021).

Penulis: Nasiha | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Misbah Sabaruddin
Budiman (30) asal Tulu, Kelurahan Banggae, Majene saat berada di penjualannya di Pasar Sentral Majene. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19, kini sejumlah pedagang ayam di Pasar Sentral Majene nampaknya bisa tersenyum lega.

Pasalnya, penjualan ayam di Pasar Sentral Majene berangsur normal.

Daya beli masyarakat mulai normal kembali.

Salah seorang pedagang ayam, Budiman (30) asal Tulu, Kelurahan Banggae, Kabupaten Majene mengatakan, sudah beberapa pekan penjualan ayam di Pasar Sentral Majene lancar.

"Alhamdulillah laris manis, banyak lagi pembeli ayam semenjak tidak parah corona," ujar Budiman kepada Tribun-Sulbar.com, Kamis (18/11/2021).

Ia mengaku, masyarakat mulai banyak membeli ayam.

Apalagi saat ini masih musim perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Banyak warung terbuka. Langsung ambil banyak. Apalagi maulid juga sekarang," sambungnya.

Ia menuturkan, dirinya sempat terpuruk saat tingginya kasus Covid-19 di Kabupaten Majene.

"Sempat kering ayam. Bahkan mappotong ki karena tidak ada mau beli ayam," ucapnya.

Untuk ayam potong dengan ukuran 2,2 kilogram, Budiman menjualnya di kisaran harga Rp 55 ribu hingga Rp 58 ribu per ekor.

Sementara, ayam potong ukuran 2,5 kilogram sampai 2,6 kilogram berada di kisaran Rp 60 ribu per ekor.

"Tergantung ukurannya. Kalau jumbo agak di atas harganya," terangnya.

Untuk harga ayam kampung betina berada di kisaran Rp 50 ribu per ekor.

Sedangkan, jantan Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu per ekor.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved