Breaking News:

Cenderung Memihak Wisatawan Asing dan Merugikan Warga Lokal, MUI Desak Pemendag 20/2021 Dibatalkan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pembatalan Permendag Nomor 20 Tahun 2021 lantaran cenderung memihak wisatawan asing dan merugikan anak bangsa.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Ilham Mulyawan
kompas.com
ILUSTRASI Minuman beralkohol 

TRIBUN-SULBAR.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) tanggapi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 20 Tahun 2021 mengenai peningkatan jumlah impor Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) merugikan anak bangsa dan pendapatan negara.

Peraturan itu megubah ketetapan sebelumnya yakni Permendag Nomor 20 Tahun 2014 mengenai izin impor MMEA dengan batas maksimal 1.000 mililiter menjadi sebanyak 2.250 mililiter atau tiga botol @750 mililiter.

Muhammad Cholil Nafis, Ketua MUI bidang Dakwah dan Ukhuwah mengatakan permendag tentang impor minumal alkohol (minol) yang disahkan tersebut cenderung memihak kepentingan wisatawan asing, serta merugikan anak bangsa dan pendapatan negara.

Ketetapan Permendag sebelumnya sejalan dengan kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu) yang memberikan pembebasan bea masuk, cukai, dan pajak dalam rangka impor hanya untuk 1 liter MMEA.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved