Senin, 13 April 2026

Prakiraan Cuaca

WASPADA Cuaca Ekstrem, BMKG Majene Imbau Warga Hindari Daerah Rawan Banjir dan Longsor

BMGK prediksi cuaca ekstrem terjadi di wilayah Sulawesi Barat bulan ini hingga Februari 2022 mendatang.

Tayang:
Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto WASPADA Cuaca Ekstrem, BMKG Majene Imbau Warga Hindari Daerah Rawan Banjir dan Longsor
Tribun Sulbar / Misbah Sabaruddin
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Majene. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Prakirawan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Majene, Muhammad Sultan Djakaria, mengimbau warga Sulawesi Barat (Sulbar) waspada cuaca ekstrem.

BMGK memprediksi cuaca ekstrem terjadi di wilayah Sulbar bulan ini hingga Februari 2022 mendatang.

"Sekarang ini Sulbar memasuki musim hujan, itulah kenapa beberapa hari ini hujannya terus menerus terjadi," kata Muhammad Sultan saat dihubungi, Sabtu (6/11/2021).

Dia menjelaskan, musim hujan biasanya mulai masuk pada bulan September dan Oktober untuk wilayah Sulbar.

Sementara puncak musim hujan itu diperkirakan di bulan Desember, Januari hingga Februari tahun 2022 mendatang.

"Kalau untuk banjir dan longsor sering terjadi itu tergantung wilayahnya, mungkin lokasi itu dekat anak sungai misalnya," ungkap Muhammad Sultan.

Pihak BMKG kata dia tidak bisa menentukan daerah mana saja di Sulbar rawan banjir dan longsor.

Namun intensitas hujan sedang hingga lebat hampir semua wilayah di Sulbar mengalami.

"Mulai dari Pasangkayu hingga ke Polman merasakan intensitas hujan yang tidak menentu ini," bebernya.

Himbauan BMKG agar warga senantiasa update informasi melalui website resmi.

Peringatan dini cuaca ekstrem selalu diinformasikan 30 menit sebelum terjadi.

"Jadi masyarakat senantiasa memperhatikan informasi-informasi valid dari BMKG. Jangan sampai menyebarkan informasi yang tidak valid," imbuhnya.

Untuk warga berada di daerah sering banjir atau longsor untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.

Termasuk, mengikuti himbauan pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) apabila terjadi bencana.

"Karena jalur-jalur lokasi pengungsian mereka sudah siapkan," tandasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved