Breaking News:

Libur Natal dan Tahun Baru

Pemerintah Siapkan Aturan Ringan Hingga Berat di Momen Libur Natal dan Tahun Baru 2022

Menghadapi hari libur Natal dan Tahun Baru 2022 pemerintah Indonesia menyiapkan soft policy hingga hard policy.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Ilham Mulyawan
YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo saat memberi keterangan pers terkait harga swab PCR di indonesia yang dinilai terlalu mahal 

Sebelumnya, Presiden Indonesia telah mengingatkan seluruh kepala daerah untuk mengelola dan mengatur libur Nataru.

Pasalnya, berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya libur Nataru menyebabkan peningkatan penyebaran Covid 19 yang tidak kecil.

"Saya minta betul-betul agar dikelola, diatur, sehingga Natal dan Tahun Baru ini berjalan dengan tidak ada kerumunan," ujar Presiden Joko Widodo.

Untuk itu, seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memiliki peranan yang sangat penting dalam menyosialisasikan hal tersebut.

Terutama untuk mengantisipasi kemungkinan gelombang ketiga yang tidak diharapkan.

Sebagai informasi, para epidemolog merasa khawatir lantaran libur Nataru tahun ini dapat memicu gelombang ketiga.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta agar libur Nataru dapat dirancang, direncanakan secara terperinci sesuai dengan kondisi masyarakat setempat dan menghargai norma-norma yang ada.

"Tetapi sekali lagi, tetap sesuai dengan protokol kesehatan dengan gas dan rem yang dinamis, selalu waspada, siap siaga, cepat bertindak, itu yang harus kita jaga," terangnya.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved