Breaking News:

Kebakaran Majene

TELAT Datang, Warga Purrau Tande Majene Minta Bupati Tambah Mobil Pemadam Kebakaran

Pemadam kebakaran tiba sekitar pukul 03.30 Wita setelah warga berhasil memadamkan api.

Penulis: Misbah Sabaruddin | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Misbah Sabaruddin
Kondisi rumah di Lingkungan Purrau, Kelurahan Tande, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene pascakebakaran, Senin (1/11/2021) 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Satu rumah di Lingkungan Purrau, Kelurahan Tande, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene ludes dilalap api, Senin (1/11/2021) sekitar pukul 01.30 Wita.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, kondisi rumah pascakebakaran rata dengan tanah.

Hanya tersisa puing-puing sisa kebakaran.

Keluarga korban Nadira mengatakan, api baru bisa dipadamkan setelah warga gotong-royong memadamkan api dengan alat seadanya.

Pemadam kebakaran tiba sekitar pukul 03.30 Wita setelah warga berhasil memadamkan api.

"Terlambat datang damkar, apa wandamo tia (ya apa lagi)," ujar Nadira kepada Tribun-Sulbar.com.

Ia mengaku, ia bersama keluarganya trauma pascakebakaran.

Pasalnya, pemadam kebakaran terlambat tiba dilokasi.

"Habis rumah tidak ada yang tersisa. Warga setengah mati padamkan," jelasnya.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Majene segera menambah armada pemadam kebakaran.

Sebab, sudah banyak warga yang mengeluh kurangnya damkar di Majene.

Termasuk beberapa korban kebakaran di Majene.

"Periode-periode sebelumnya juga sudah pernah disampaikan pas kebakaran pasar," terang Nadira.

Menurutnya, legislatif dan eksekutif harusnya mengalokasikan anggaran pengadaan damkar.

"Jangan cuman mobil dinas yang ditambah," tukasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved