Rabu, 29 April 2026

PSSI dan PT LIB Wacanakan Liga 1 dan 2 Ada Penonton, Berikut Harga Tiketnya

PSSI dan PT LIB wacanakan akan ada penonton pada laga lanjutan Liga 1 dan Liga 2.

Tayang:
Penulis: Suandi | Editor: Hasrul Rusdi
zoom-inlihat foto PSSI dan PT LIB Wacanakan Liga 1 dan 2 Ada Penonton, Berikut Harga Tiketnya
pssi.org
Ketuam Umum PSSI Mochamad Iriawan 

TRIBUN-SULBAR.COM – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) merencanakan menghadirkan penonton pada lanjutan kompetisi BRI Liga 1.

Rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari keinginan pemerintah yang menginginkan lanjutan kompetisi 2021-2022 menghadirkan penonton dengan  presentase terbatas.

Mochamad Iriawan pun mengapresiasi keputusan pemerintah tersebut dan menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah mengizinkan untuk menghadirkan penonton pada kompetisi BRI Liga 1.

“Sepakbola tanpa penonton itu memang hambar. Kita akan kaji, surbei, dan analisa soal ini lebih dahulu,” ungkap Mochamad Iriawan, Ketum PSSI.

Iriawan menilai tahapan pertama yang boleh menonton adalah tamu undangan, seperti Satgas Covid 19, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kemenkes, BNPB, ketua supporter klub, media, dan undangan lainnya.

Kemenpora Amali
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali mengaku senang dengan Liga 1 dan Liga 2 yang sudah bergulir hingga pekan ketujuh dan pekan keempat. Sebab, Liga dan Liga 2 sejauh ini sudah berjalan dengan aman dan lancar dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di tengah-tengah pandemi COVID-19.

Baca juga: Liga 1 2021 Pekan Kedelapan, Borneo FC Siapkan Mental dan Taktik Hadapi PSM Makassar

Baca juga: Sanksi Diberhentikan Akan Diterima Wasit Liga 1 dan 2 yang Banyak Buat Keputusan Kontroversial

Persiapan PSSI jelang ada penonton

Lebih lanjut, Ketum PSSI mengungkapkan jika pihaknya akan terlebih dahulu menyiapkan terkait infrastruktur, dan teknologi informasi.

Mengingat, tidak semua stadion memiliki infrastruktur yang ditetapkan oleh Organisasi Sepakbola Internasional (FIFA) dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), seperti tidak dimilikinya single seat dan nomor bangku di stadion.

 Pihaknya juga akan terlebih dahulu menyiapkan sarana teknologi informasi terkait tiket masuk dan lain-lain.

“Ini yang akan kita siapkan dulu. Setelah semua siap baru kita akan berdiskusi lebih lanjut dengan Kemenpora, Kemenkes, Satgas Covid 19, Koordinator PPKM Jawa Bali dan luar Jawa Bali, Kepolisian, dan BNPB,” bebernya.

Terkait dengan harga tiket, PSSI akan menetapkan harga tiket berkisar Rp 250 ribu hingga Rp 1,5 juta. Aka nada banyak keuntungan yang didapatkan penonton dari harga tiket yang sebesar itu.

Adapun keuntungan yang didapat oleh penonton adalah mendapatkan peralatan protokol kesehatan, seperti masker, hand sanitizer, tes antigen, dan food and baverage.

Iriawan juga mengimbau kepada penonton untuk tidak seluruhnya dating ke stadion karena kapasitas penonton yang terbatas.

Selain itu, lanjutan BRI Liga 1 juga akan tetap disiarkan oleh televise dan streaming sehingga bisa dinikmati oleh penikmat sepakbola di mnpun berada.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan bahwa ia memahami kesulitan yang dihadapi oleh PSSI ketika ada penonton.

Untuk itu, Menpora Zainudin berharap agar disosialisasikan terlebih dahulu kepada klub dan penonton sehingga kondisi ini bisa dipahami.

“Ini penting karena dalam siatuasi new normal ini, menonton di stadion itu tida seenak ketika keadaan normal.”

“Saat ini harus ada social distancing, memakai masker, harus swab antigen, dan lain-lain,” ujar Menpora Zainudin Amali.

Evaluasi Menpora terhadap Liga 1 dan Liga 2

Menpora Zainudin Amali mengaku senang karena Liga 1 dan Liga 2 sudah bergulir hingga pekan ketujuh dan pekan keempat.

Ia juga menuturkan sejauh ini Liga 1 dan Liga 2 sudah berjalan dengan aman dan lancer sesuai dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di tengah pandemi Covid 19.

Lebih lanjut, Zainudin Amali menegaskan Indonesia saat ini masih dalam situasi tidak normal karena masih menghadapi pandemi Covid 19.

Sehingga evaluasi terkait Liga 1 dan Liga 2 dalam kondisi normal tak dapat dijadikan sebagai ukuran.

“Kalau ditanya puas dan tidak puas dalam penyelenggaraan kegiatan baik Liga 1 ataupun Liga 2 tentu pemerintah mempunyai ukuran-ukuran melihat bahwa pelaksanaan di tengah pandemi.”

“Jadi tidak bisa kita menilai dengan ukuran-ukran di saat normal. Liga ini bisa jalan saja kita sudah bersyukur,” imbuhnya.

Keberhasilan PSSI dan PT LIB menyelenggarakan kompetisi saja merupakan suatu yang lur biasa.

Keberadaan kompetisi semacam ini, mampu menghidupkan kembali dunia sepakbola setelah setahun terakhir terhenti.

“Jadi PSSI dan LIB bisa menyelengarakan kita sudah terimakasih. Sehingga ada aktivitas di sepakbola, pemain bisa main kemudian pelatih bisa bekerja, panitia dan semuanya bisa terlibat.”

“Jadi kalau ditanya bagaimana penilaian pemerintah terhadap bergulirnya Liga sejak dari pramusim yang lalu sampai dengan sekarang menurut saya jalan baik ya, dengan ukuran kondisi dan situasi kita sedang dalam keadaan Covid 19,” jelasnya.

Tak hanya itu, Menpora juga meminta semua pihak untuk melakukan penilaian Liga 1dan Liga 2 sesuai dengan ukuran saat pandemi, bukan dengan ukuran yang normal.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved