Berita PSM Makassar
Hasil Sidang Komdis PSSI, PSM Makassar Terbanyak Dapat Sanksi, Lambat Kick-off Hingga 5 Kartu Kuning
Komite Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah menyidangkan beberapa pelanggaran sejak bergulirnya BRI Liga 1 dan Liga 2
Penulis: Suandi | Editor: Ilham Mulyawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Para-pemain-PSM-saat-merayakn-gol-ke-gawang-Bali-United.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM – Komite Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah menyidangkan beberapa pelanggaran sejak bergulirnya BRI Liga 1 dan Liga 2 mulai 8 September hingga 11 Oktober 2021.
Terdapat 12 kasus dengan klasifikasi yang berbeda-beda selama bergulirnya BRI Liga 1.
Sedangkan untuk Liga 2 terdapat 14 kasus sejak bergulirnya laga pada 1 Oktober hingga 17 Oktober 2021.
Adapun rincian pelanggaran pada Liga 1 dan 2 yakni:
Liga 1
Terdapat tingkah laku buruk pemain yang berkaitan dengan pelanggaran fair play dan diganjar langsung dengan kartu merah oleh sang pengadil lapangan.
Baca juga: Ada Persib dan PSM Makassar, Simak Daftar 9 Klub Liga 1 yang Dinyatakan Lolos Lisensi AFC 2021
Baca juga: Tekuk Juara Bertahan Bali United, Milo Mengaku Bangga Jadi Coach PSM Makassar
Kasus tersebut sebanyak dua kasus, sementara itu, untuk tingkah laku buruk tim dimana ada keterlambatan kick off, sebanyak lima kasus.
Dan pelanggaran tamu VIP yang masuk ke ruang ganti pemain sebanyak satu kasus
“Jadi total pelanggaran sejak 8 September hingga 9 Oktober adalah 12 kasus. Ini belum termasuk Liga 2,” ucap Erwin Tobing, Ketua Komdis.
Liga 2
Pelanggaran pada liga 2 yaitu tingkah laku buruk official yang mendiskriditkan keputusan PSSI, kasus ini ada sebanyak satu kasus.
Melanggar fair play yaitu rasis kepada perngkat pertandingan ada sebanyak satu kasus dan mememgang dan menempel perangkat pertandingan yang tergolong dalalm pelanggaran fair play sebanyak satu kasus.
Satu kasus lainnya yaitu menyikut pemain lawan, selain itu, terdapat perilaku buruk tim dalam satu pertandingan dan mendapatkan lima kartu kuning atau lebih.
Kasus tersebut sebanyak dua kasus, serta pelanggaran terhadap keterlamtan kick off ada sebanyak tujuh kasus.
“Total pelanggaran Liga 2 ad 14 kasus. Saya berharap, baik Liga 1 dan 2 tidak ada lagi pelanggaran berat ke depannya.”