Maulid Nabi
Jelang Maulid Nabi, Harga Beras Ketan Putih di Pasar Sentral Majene Mulai Naik
"Biasa begini ji harganya. Kecuali kalau susah stoknya lagi karena beras ketan putih paling banyak dicari," lanjutnya.
Penulis: Nasiha | Editor: Hasrul Rusdi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Hj-Sapi-76-Pedagang-Beras-Ketan-di-Pasar-Sentral-Majene.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Jelang Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijirah, harga beras ketan di Pasar Sentral Majene mulai merangkak naik.
Salah satu pedagang, Hj Sapi' (76) asal Lingkungan Salabose, Kecamatan Banggae, Majene mengatakan, harga beras ketan mulai naik menjelang Maulid Nabi.
Harga beras ketan putih naik Rp 12 ribu dari harga sebelumnya Rp 11 ribu.
"Sudah dua hari naik beras ketan putih," ujar Hj Sapi' kepada Tribun-Sulbar.com saat ditemui di lapaknya, Sabtu (16/10/2021).
Ia mengatakan, harga ini masih normal menjelang Maulid Nabi.
Baca juga: Pakai Baju Adat, Imigrasi Mamuju Buka Pelayanan Pembuatan Paspor Kolektif di Mamuju Tengah
Baca juga: Harga Telur di Majene Masih Normal, Pedagang: Beli Memangmi Mumpung Murah
"Biasa begini ji harganya. Kecuali kalau susah stoknya lagi karena beras ketan putih paling banyak dicari," lanjutnya.
Ia mengaku, untuk beras ketan putih, ia mengeluarkan modal Rp 320 ribu per karung 25 kilogram.
"kali mi itu kalau 1 kwintal beras ketan jadinya sekitar Rp 1,28 juta," terangnya
Sementara, harga beras ketan merah masih normal.
Berada di kisaran Rp 16 ribu hingga Rp 17 ribu per liter.
Termasuk beras ketan hitam juga masih normal.
Berada di kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 36 ribu
"Untung Rp 500 - seribu ji nak," lanjutnya.
Sedangkan, harga gula merah sudah satu minggu naik dari Rp 10 ribu jadi Rp 12 ribu.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Misbah Sabaruddin