Mengenal Mambruk, Burung Endemik Khas Papua yang Dilindungi
Burung ini masuk spesies kategori rentan atau vulnerable dalam daftar merah Badan Konservai Alam Internasional (IUCN) untuk satwa terancam.
Penulis: Suandi | Editor: Hasrul Rusdi
TRIBUN-SULBAR.COM – Mambruk atau dara mahkota merupakan salah satu diantara 650 spesies burung asal Papua serta bagian dari 1.812 jenis burung di Nusantara.
Burung ini masuk spesies kategori rentan atau vulnerable dalam daftar merah Badan Konservai Alam Internasional (IUCN) untuk satwa terancam.
Pemerintah Indonesia juga memasukkan satwa ini dalam daftar satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.
Terdapat tiga spesies mambruk yang menjadi endemik Papua, yaitu:
Dikutip dari Indonesia.go.id, spesies pertama dikenal sebagai mambruk selatan dengan nama ilmiahnya yakni goura scheepmakeri dan dunia internasional menyebutnya sebagai southern crowned pigeon.

Baca juga: Sulbar Gigit Jari di Balap Motor PON Papua, Hamzih: Semua Cabor Akan Dievaluasi
Baca juga: Cegah Meluasnya COVID, BNPB Siapkan Gerai Masker di Venue PON Papua, Bagikan 1.000 Masker per Hari
Ciri khas dari mambruk selatan ini adalah warnanya biru keabu-abuan dengan jambul rumit seperti renda biru.
Iris matanya berwarna merah dan bulu dadana merah marun gelap.
Burung ini merupakan burung paling indah di dunia.
Burung ini juga merupakan merpati darat terbesar, dimana baik jantan maupun betina memiliki ukuran yang hampir sama.
Namun, jantan biasanya berukuran lebih besar dengan rata-rata ukurannya adalah 70 centimeter dan berat 2.250 gram.
Burug mambruk selatan masih memiliki dua sub spesies yang dibedakan dari warna bulu dada dan perut, yakni:
Goura scheepmakeri
Memiliki warna bulu pada perut keabu-abuan dengan bahu merah marun.
Habitat hidupnya berada di barat daya Papua.
Goura scheepmakeri scheepmakeri
Memiliki warna bahu biru keabu-abuan dan bagian bawah berwarna merah marun.
Habitat hidupnya berada di tenggara Papua.
Sedangkan mambruk selatan sendiri habitat hidupnya di hutan Kampung Fanamo, Distrik Mimika Timur Jauh, dan Kabupaten Mimika.
Spesies kedua yaitu, mambruk Victoria atau goura victoria yang tersebar di hutan dataran rendah, hutan sagu, dan hutan rawa di utara Papua, termasuk Yapen dan Biak.
Mambruk Victoria bersarang di atas dahan pohon yang terbuat dari ranting-ranting dan dedaunan.
Spesies ini ukurannya sebesar 74 centimeter dengan memiliki bulu berwarna biru keabu-abuan, jambul seperti kipas dengan ujung putih.
Dan warna bulu pada dada merah marun, serta warna paruhnya keabu-abuan.
Spesies ketiga adalah mambruk ubiaat atau goura cristata.
Mambruk ini dikenal dengan nama mambruk barat dengan nama latin western crowned pigeon.
Kendati hidup di alam liar burung-buruang tersebut sangat jinak bahkan sering diburu untuk dikonsumsi dagingnya.
Bulunya yang indah kerap dijadikan sebagai hiasan penutup kepala.
Mambruk ini terancam kehilangan habitatnya karena sebarannya yang terbatas serta sering diburu.
(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)