DPRD Mamasa

Juan Gayang Ungkap Alasan DPRD Mamasa Tolak Pinjaman Dana PEN

"Ini akan menjadi utang kita selama lima tahun, belum lagi bunganya tinggi mencapai 5 persen," ucapnya.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng
Wakil Ketua II DPRD Mamasa, Juan Gayang Pongtiku. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pemerintah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) kepada pemerintah pusat sempat menjadi polemik.

Polemik itu berujung pada penolakan sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mamasa.

Bentuk penolakan ditandai dengan tidak ditandatanganinya kesepakatan KUA-PPAS tahun anggaran 2022.

Sejumlah alasan penolakan pinjaman dana PEN akhirnya terkuak.

Baca juga: Kadispar Mamasa, Rahmat Taulabi Sebut Refocusing Hambat Pengembangan Pariwisata

Baca juga: Atlet Catur Sulbar di PON XX Papua Tak Bisa Berbuat Banyak, Sudah Dua Kali Kalah

Wakil Ketua II DPRD Mamasa, Juan Gayang Pongtiku.
Wakil Ketua II DPRD Mamasa, Juan Gayang Pongtiku. (Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng)

Wakil Ketua II DPRD Mamasa, Juan Gayang Pongtiku mengatakan, alasan ia menolak bukan karena tidak dimintai persetujuan DPRD Mamasa.

Tetapi menurutnya, dan PEN bakal menjadi untung pemerintah Kabupaten Mamasa.

Sementara utang itu harus dibayar dalam kurun waktu lima tahun.

"Ini akan menjadi utang kita selama lima tahun, belum lagi bunganya tinggi mencapai 5 persen," ucapnya.

Seharunya menurut dia, jika tujuannya hanya penanggulangan ekonomi nasional, pinjaman pun bisa dilakukan di Bank Pembangunan Daerah.

"Di Bank Sulselbar lebih ringan bunganya," tutur dia, Kamis (7/10/2021).

"Ini yang jadi alasan kita menolak dana PEN itu," pungkasnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved