Breaking News:

Institut Parahikma Indonesia Kukuhkan 91 Alumni Angkatan II, Rahmat Fauzan Terbaik

Sementara Prof Azhar Arsyad MA yang juga pendiri dan Rektor IPI menyampaikan kiprah IPI yang sudah dalam skala internasional.

Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Institut Parahikma Indonesia (IPI) Gowa mengukuhkan 91 wisudawan sebagai sarjana pendidikan dan sarjana ekonomi pada wisuda angkatan 2, Rabu (6/10/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM - Institut Parahikma Indonesia (IPI) Gowa mengukuhkan 91 wisudawan sebagai sarjana pendidikan dan sarjana ekonomi pada wisuda angkatan 2, Rabu (6/10/2021).

Sebanyak 46 wisudawan dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan sementara 45 lainnya dari Fakultas Ekonomi dan Syariah.

Acara wisuda yang berlangsung di Hotel Claro tersebut dihadiri langsung oleh Kepala KOPERTAIS Wilayah VIII Sulawesi, Maluku dan Papua, Prof Dr Hamdan Juhannis PhD.

Dalam sambutan yang dirangkaikan dengan orasi ilmiah, Prof Hamdan membandingkan perkembangan generasinya dengan generasi sekarang ini.

Baca juga: Siswa di Polman Bertarung Nyawa Sebrangi Sungai Menuju Sekolah, Ini Kata Akademisi Unsulbar

Baca juga: Wadah Usaha UMi Dorong Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas Menjadi UMKM

Institut Parahikma Indonesia (IPI) Gowa mengukuhkan 91 wisudawan sebagai sarjana pendidikan dan sarjana ekonomi pada wisuda angkatan 2, Rabu (6/10/2021).
Institut Parahikma Indonesia (IPI) Gowa mengukuhkan 91 wisudawan sebagai sarjana pendidikan dan sarjana ekonomi pada wisuda angkatan 2, Rabu (6/10/2021). (Ist/Tribun-Sulbar.com)

“Generasi sekarang ketika ditanya di mana kampungnya akan kebingungan karena tidak ada koneksi dengan kampung dibandingkan dengan saya dan para orang tua hadirin, yang ketika ditanya di mana kampungnya akan dengan gampang menyebut (misalnya) di Bone……”

Prof Hamdan yang juga Rektor UIN Alauddin Makassar ini mengatakan, meski generasi dulu dan sekarang sama-sama memiliki 3 kebutuhan pokok tetapi kebutuhan itu berbeda.

“Kita dulu juga butuh tiga hal pokok: sandang, papan, dan pangan. Generasi sekarang juga hanya butuh tiga kebutuhan tetapi berbeda, yaitu kuota, jaringan, dan tempat cas,” lanjutnya disambut tertawa hadirin.

Sementara Prof Azhar Arsyad MA yang juga pendiri dan Rektor IPI menyampaikan kiprah IPI yang sudah dalam skala internasional.

Beberapa alumni angkatan tahun lalu bahkan sudah ada tiga alumni yang melanjutkan studi master di Polandia.

Sementara akan ada empat dosen IPI yang segera menyelesaikan pendidikan doktornya di Inggris, Belanda dan Australia dan akan kembali ke IPI untuk menambah sumber daya manusianya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved