Longsor Ulumanda
Aliran Listrik Lima Desa di Ulumanda Majene Juga Padam Akibat Longsor
"Akses jalannya putus saat longsor. Jadi belun bisa tembus," kata Bakhtiar melalui sambungan telepon, Rabu (6/10/2021).
Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Longsor-tutup-akses-jalan-ke-Ulumanda-Majene-lima-desa-terisolir.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE- Akses jalan menuju kecamatan Ulumanda, Majene, Sulbar terputus akibat longsor terjadi pada, Selasa (5/10/2021).
Akibatnya, sampai saat ini sebanyak lima desa di Ulumanda masih terisolir.
Tak hanya terisolir, aliran listrik ke lima desa tersebut juga padam.
Manajer Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Majene, Bakhtiar mengatakan, sampai saat ini aliran listrik ke lima desa tersebut mamang masih padam.
"Akses jalannya putus saat longsor. Jadi belun bisa tembus," kata Bakhtiar melalui sambungan telepon, Rabu (6/10/2021).
Lanjutnya, tim PLN Majene sementara di lokasi untuk memperbaiki aliran listrik.
Namun, akses menuju lima desa tersebut belum juga bisa dilewati.
"Jadi masih tertahan di lokasi titik longsor," bebernya.
Sebelumnya, Camat Ulumanda Muhammad Arif menceritakan kejadian longsor di Ulumanda.
"Longsoran besar itu waktu gempa, saat ini termasuk salah satunya kembali lonsor menutupi badan jalan," kata Arif kepada Tribun-Sulbar.com.
Saat ini baru loader yang ada di lokasi membersihkan tumpukan material longsor.
"Excavator yang seharusnya hari ini juga sudah harus tiba di lokasi terkendala karena tidak bisa melintas truk tronton di Malunda karena jalan putus," ungkap Arif.
Truk tronton tersebut sedianya akan ke Kota Majene menjemput excavator milik UPTD PU.
Pihaknya masih menunggu adanya alat berat masuk ke lokasi longsor untuk bersihkan material.
"Ada 9.000 lebih Kepala Keluarga (KK) terdampak di sana," bebernya.