Hutama Karya Klaim Konstruksi Kantor Bupati Mamuju Kuat Meski Diguncang Gempa 7,9 SR

Bangunan ini juga menggunkan Smart Building, konsep bangunan yang dapat memberikan teknologi dan dapat menghemat energi.

Penulis: Abd Rahman | Editor: Hasrul Rusdi
TribunSulbar.com/Abd Rahman
Pembangunan Kantor Bupati Mamuju Jl Soekarano Hatta, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kantor Bupati Mamuju dibangun ulang pascaambruk diguncang gempa bumi berkekuatan 6,2 SR pada 15 Januari 2021 lalu.

Pembangunan kantor Bupati Mamuju ini rancang dari ketahanan gempa di atas kekuatan 7,9 Skala Ritcher.

Pembagunan kantor ini berlangsung selama tiga bulan dan akan rampung di November 2021 mendatang.

Humas PT Hutama Karya (HK), Dirga Anugrah mengatakan, pembangunan kantor akan berbeda dari bangunan lama.

Baca juga: Wings Air Buka Penerbangan, Kadishub Sulbar Ingatkan Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sabtu 2 Oktober 2021: Potensi Hujan Lebat di Mamuju dan Pasangkayu

Bupati Sutinah Suhardi bersama Kepala balai prasarana permukiman wilayah Sulawesi Barat, Normansjah Wartabone saat memantau gedung Kantor bupati mamuju, Jumat (1/10/2021)
Bupati Sutinah Suhardi bersama Kepala balai prasarana permukiman wilayah Sulawesi Barat, Normansjah Wartabone saat memantau gedung Kantor bupati mamuju, Jumat (1/10/2021) (Diskominfo Mamuju)

"Cakar ayam dari bangunan ini itu lebih dalam dari sebelumnya, untuk mengantisipasi dari guncangan gempa," ujarnya kepada Tribun-Sulbar.com, Sabtu (2/9/2021).

Bangunan ini juga menggunkan Smart Building, konsep bangunan yang dapat memberikan teknologi dan dapat menghemat energi.

"Karena bangunan sebelumnya itu terlalu tertup, sehingga di dalam banguanannya itu gelap," pungkasnya.

Ia menyebutkan, bangunan ini akan hemat karena kebanyakan dari struktur bangunannya menggunkan kaca dan alumunium.

Sehingga akan memberikan kenyamanan di dalam ruang bangunan ini.

Selain itu, bangunan kantor ini juga disediakan tiga tangga darurat untuk mengantisipasi saat terjadinya bencana gempa.

"Bangunan ini juga disiapkan beberapa pintu-pintu darurat untuk tempat-tempat evakuasi saat terjadinya gempa," tandasnya.

Dirga menyebutkan, bangunan ini akan bertahan sampai ratusan tahun karena memang dirancang untuk tahan dari gempa bumi.

"Bagunan ini akan bertahan lama sampai ratusan tahun, karena desainnya memang dirancang untuk tahan dari gempa," sebutnya.(*)


Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved