Pelabuhan Feri Mamuju
Sudah 9 Bulan Pelabuhan Feri Mamuju Tak Beroperasi, Maddereski Minta Masyarakat Bersabar
"Mari kita bersabar, mudah-mudahan tidak ada kendala lagi sehingga pelabuhan bisa beroperasional kembali," tandasnya.
Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Hasrul Rusdi
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pelabuhan Feri Mamuju tak kunjung diperbaiki sejak berhenti beroperasi pascagempa 6,2 Magnitudo menghantam Kabupaten Mamuju 15 Januari 2021 lalu.
Fasilitas dan dermaga Pelabuhan Feri Mamuju rusak parah.
Sehingga, memasuki bulan kesembilan Pelabuhan Feri Mamuju tak kunjung beroperasi.
Kepala Dinas Perhubungan Sulbar, Maddereski Salatin mengatakan Pelabuhan Feri Mamuju segera diperbaiki oleh pihak PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Balikpapan.

"Kemarin sudah saya antar ketemu Pak Gubernur, menjelaskan proses rehab akan dilakukan," kata Maddereski, Jumat (1/10/2021).
Menurutnya, sisi dermaganya dulu akan diperbaiki pihak PT ASDP Balikpapan.
Selanjutnya, baru akan diperbaiki sisi daratan atau yang berada di area Pelabuhan Feri Mamuju.
"Karena sisi daratnya juga mengalami kerusakan. Informasi terakhir dalam waktu dekat atau paling lambat minggu kedua bulan Oktober mulai diperbaiki," bebernya.
Sehingga, dia berharap semua masyarakat yang tergantung di Pelabuhan Feri Mamuju agar bersabar.
Karena bencana alam terjadi berdampak pada aktivitas di Pelabuhan Feri Mamuju.
Baca juga: World Superbike Akan Digelar di Mandalika, Sirkuit Balapan Suguhkan Pemandangan Spektakuler
Baca juga: Hari Kesaktian Pancasila 2021: Sejarah, Makna, Hingga Serba-serbi
"Mari kita bersabar, mudah-mudahan tidak ada kendala lagi sehingga pelabuhan bisa beroperasional kembali," tandasnya.
Sebelumnya, Devisi Teknis PT ASDP Indonesia Ferry Balikpapan, Iskandar mengungkapkan sementara akan memperbaiki kerusakan di pelabuhan.
"Iya sudah di survey dan sudah masuk proses lelang ini sekarang," kata Devisi Teknis ASDP Balikpapan Iskandar.
Lanjutnya, penawaran vendor sudah masuk untuk ikut lelang di Cabang.
Sehingga, proses lelang sementara berlangsung dan menunggu pemenangnya.
"Kita sementara menunggu persutujuan dari direksi, penerbitan kontrak baru langsung mulai dikerja," ungkap Iskandar.

Proses ini menurutnya, secara bertaha dilakukan dan prosesnya sudah dilaporkan juga ke Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar.
Namun, biaya anggaran digunakan proses rehab belum diketahui pasti.
"Karena itu ranahnya di tim lelang, saya ini di devisi teknisnya yang mengajukan rancana rehab," bebernya.
Perbaikan akan dimulai dari talud hingga pintu gerbangnya akan diganti.
Sementara, di pintu gerbangnya akan dikasih logo Sulbar maupun perusahaan ASDP.
"Jadi semua secara bertahap, karena infonya kemarin ada gempa lagi. Tapi inshaAllah tetap akan jalan," ujarnya.(*)
Laporan Wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin