Breaking News:

Bayi Dugong

Sempat Dirawat, Bayi Dugong Terdampar di Pesisir Pantai Balanipa Polman Mati

Sebelum mati, mamalia yang dilindungi negara sempat dirawat sepekan lebih di rumah penyu Mampie, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri
Bayi Dugong dikubur di sekitar kawasan rumah penyu Mampie 

TRIBUN - SULBAR. COM, POLMAN - Bayi dugong atau duyung yang ditemukan terdampar di pesisir Pantai Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, mati.

Sebelum mati, mamalia yang dilindungi negara sempat dirawat sepekan lebih di rumah penyu Mampie , Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman.

"Benar bayi dugong tersebut mati, " kata Pendiri Rumah Penyu Mampie, Muhammad Yusri kepada wartawan, Rabu (22/9/2021).

Yusri sapaannya mengaku sudah berusaha secara maksimal merawat bayi dugong ini.

Setiap tiga kali sehari memberikan susu sesuai dengan anjuran dokter dari yayasan WWF.

Ia belum bisa memastikan penyebab kematianya.

Diserahkan sepenuhnya kepada tim dokter yang menangani.

Sekedar diketahui, mamalia ini ditemukan warga terdampak di kampung Tulu, Kecamatan Balanipa sejak 13 September 2021.

Dugong itu ditemukan warga di lahan rumput laut milik warga yang berada sekitar 25 meter dari bibir pantai.

Sekitar pukul 16.00 wita, bayi dugong ini dikubur di sekitar kawasan rumah penyu Mampie.

Penguburan bayi dugong dibantu sejumlah masyarakat dan disaksikan langsung dari pihak BKSDA Polman. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved