17 Tahun Lalu, Sulbar Resmi Jadi Provinsi Baru
Provinsi Sulawesi barat atau yang disingkat Sulbar merupakan provinsi hasil pemekaran dari provinsi Sulawesi Selatan (Sulse).
Penulis: Suandi | Editor: Muhammad Husain Sanusi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Cafe-Sapo-Loko-di-Buki-Uhai-Sibali-yang-menawarkan-suasaba-tradisional.jpg)
Ide awal pembentukan provinsi Sulawesi Barat berawal dari semangat Allamungan Batu di Luyo yang mengikat masyarakat Mandar dalam perserikatan Pitu Ba'bana Binaga yang berarti tujuh kerajaan di pesisir pantai dan Pitu Ulunna Salu yang berarti tujuh kerajaan di hulu sungai.
Tertuang dalam muktamar yang melahirkan Sipamandar yang berati saling memperkuat untuk bekerja sama dalam membangun Mandar.
Dengan semangat Sipamandar tersebut perjuangan untuk mendirikan provinsi sendiri digelorakan oleh tokoh masyarakat suku Mandar dan dicetuskan pada tahun 1960.
Adapun tokoh masyarakat tersebut yaitu:
1. H. A. Depu
2. Abd. Rahman Tamma
3. Kapten Amir
4. H. A. Malik
5. Baharuddin Lopa, SH
6. Abd. Rauf
Ide tersebut kemudian dideklarasikan pada tahun 1961.
Jalan panjang yang berliku dan tidak mudah dilalui masyarakat Mandar dalam membentuk provinsi Sulawesi Barat.
Perjuangan terus dilakukan hingga pada masa orde baru.
Akan tetapi, keinginan untuk memisahkan diri dari provinsi induk saat itu yang bernama Sulawesi Selatan dan Tenggara (Sulselra) kembali menemui jalan buntu yang akhirnya perjuangan ini seakan dipeti-es-kan.
Hingga memasuki era reformasi, suku Mandar kembali melanjutkan perjuangan agar dapat membuat provinsi baru.