Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

Orangtua Siswa Prihatin, Gedung Sekolah SDN 4 Mamuju Tak Kunjung Diperbaiki

"Takuktki jangan sampai anak-anak bermain di ruang kelas yang hampir roboh itu, jadi ikutki juga datang ke sekolah," terang Husna.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Hasrul Rusdi
Fahrun Ramli/Tribun-Sulbar.com
Orangtua siswa, Husna mengantar anakanya ke sekolah. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Orangtua siswa SDN 4 Mamuju prihatin dan khawatir anaknya ikut Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dengan kondisi gedung sekolah masih ambruk.

Hal itu disampaikan Husna, yang anaknya duduk di bangu kelas empat SDN 4 Mamuju, Senin (20/9/2021).

Ia merasa kawatir sekaligus prihatin terhadap gedung sekolah SDN 4 Mamuju yang tak kunjung diperbaiki.

Meski begitu ia tetap mengizinkan anaknya untuk ikut Pembelajaran Tatap Muka Terbatas.

Baca juga: Gedung Ambruk, Tenda BNPB Jadi Ruang Kelas Siswa SDN 4 Mamuju

Baca juga: Belum Ada Jadwal Penerbangan di Bandara Tampa Padang Mamuju

Siswa SDN 4 Mamuju dan kondisi gedung sekolah yang ambruk, Senin (20/9/2021)
Siswa SDN 4 Mamuju dan kondisi gedung sekolah yang ambruk, Senin (20/9/2021) (Fahrun Ramli/Tribun-Sulbar.com)

"Takuktki jangan sampai anak-anak bermain di ruang kelas yang hampir roboh itu, jadi ikutki juga datang ke sekolah," terang Husna ditemui di halaman sekolah.

Meski begitu ia sepakat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas tetap terlaksana.

Pasalnya ia mengeluh pembelajaran dalam jaringan kurang efektif.

Husna pun berharap agar segera gedung sekolah anaknya itu dapat perhatian dari pemerintah setempat.

Gedung SDN 4 Mamuju yang berada di Jl Ati Soetedja, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju ambruk pascagempa 15 Januari 2021 lalu.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, tiang penopang berdirinya gedung terlihat miring.

Bahkan tembok depan ruang kelas VI ambruk, sehingga gedung sekolah tak lagi punya dinding.

Baca juga: Atlet Takraw Balap Motor & Panjat Tebing Lebih Dulu Berangkat ke PON Papua

Baca juga: Gedung Ambruk, Tenda BNPB Jadi Ruang Kelas Siswa SDN 4 Mamuju

Tak hanya ruangan belajar para siswa, ruangan guru, perpustakaan dan kantor pun mengalami keretakan.

Sekolah dasar yang jumlah muridnya mencapai 345 siswa itu mulai Pembelajaran Tatap Muka Terbatas hari ini, Senin (20/9/2021).

Tenda BNPB pun jadi ruaangan kelas, di bagi menjadi dua ruangan.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved