Perahu Sandeq Khas Mandar, Intip Sejarah dan Makna pada Perahu Bercadik Ini
Perahu Sandeq adalah perahu asli khas orang Mandar, Sulawesi Barat. Perahu ini sudah digunakan melaut sejak 3.000 tahun lalu.
Penulis: Suandi | Editor: Muhammad Husain Sanusi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Sandeq-Race.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Perahu adalah alat trasnportasi tertua di dunia dan diketahu muncul pada zaman prasejarah.
Mulanya, perahu digunakan sebagai alat transportasi dalam menunjaang kemudahan bergerak dan alat untuk pemenuhuan kebutuhan ekonomi antar pulau.
Tak hanya sekedar itu, perahu juga sebagai media trasnformasi nilai budaya.
Bahkan berisi tentang konsepsi sebuah kepercayaan.
Baca juga: Bentangkan Bendera 76 Meter, Sandeq Pencinta Alam Polman Promosikan Wisata Gusung Toraja
Baca juga: Pecinta Alam Sandeq Polman Kibarkan Bendera 76 Meter di Pulau Gusung Toraja
Tanpa terkecuali masyarakat Mandar, suku yang mendiami wilayah pesisir Sulawesi Barat, tepatnya di Kabupaten Polewali Mandar.
Dikutip dari indonesia.go.id, Suku Mandar menjadikan perahu sebagai identitas diri dan ikon daerah.
Hal ini, karena menjadi pembuktian kehebatan pelaut Mandar dengan membangun perahu legendarisnya.
Dilansir oleh iwarebatik.org, Sandeq bertahan menghadapi ombak besar dan dianggap sebagai sebuah mahakarya pembuatan perahu zaman kuno.
Nenek moyang orang Mandar menggunakan perahu untuk berlayar melintasi benua di Asia dan Afrika.
Sejarah Perahu Sandeq
Dilansir oleh indonesia.go.id, sandeq merupakan perahu bercadik berbentuk ramping.
Berdimensi panjang mencapai 12 meter, lebar kurang lebih satu meter dan kedalaman perahu sekira 1,2 meter.
Sandeq merupakan perahu bercadik warisan dari migrasi suku Austronesia sejak 3.000 tahun yang lalu.
Perahu ini pada zaman dahulu digunakan sebagai alat untuk berdagang sampai ke Selat Malaka, Laut Sulu, Papua, Jawa bahkan digunakan juga untuk menangkap ikan di lautan lepas.
Tak hanya itu, perahu khas orang Mandar ini merupakan perahu layar tercepat di dunia.
Makna simbolik perahu sandeq
Sandeq memiliki makna simbolik lopi sandeq na malolo yang berarti sandeq yang dibuat harus terlihat indah dan bagus.
Makna setiap bagian pada perahu sandeq, yakni:
1. Dasar lambung atau balakang
Pada bagian ini biasanya menggunakan kayu dari satu pohon untuh jenis berbuah, seperti nangka, mangga, atau durian.
Hal ini memiliki makna agar perahun selalu membuahkan tangkapan ikan yang melimpah.
2. Layar segitiga
Layar segitiga yang ada pada tiang terbuat dari bambu dan memiliki makna keharmonisan hubungan manusia dan Sang Pencipta.
3. Pallayarang
Pallayarang sendiri memiliki makna keyakinan suku Mandar yakni alif atau ketuhanan yang esa.
4. Kemudi atau guling
Posisinya bersandar pada sanggilang tommoane dan sanggilang towaine atau sanggar kemudi laki dan perempuan.
Hal ini mengacu pada konsep gender lokal orang Mandar yang disebut dengan siwaliparri atau penghargaan dan pembagian peran antara laki-laki dan perempuan dalam membangun dan mengarahkan perahu kehidupan.
Cara kerja perahu sandeq
Layaknya perahu pada umumnya, sandeq mengandalkan hembusan angin yang ditangkap oleh layar besar sebagai penggerak untuk menaklukan lautan.
Suku Mandar adalah suku yang pemberani, para pelaut dari Mandar mengarungi laut selama beberapa hari mencari ikan hingga ratusan kilometer.
Selain itu, pelaut Mandar menaklukkan lautan dengan perahu sandeq sejak 1.000 tahun sebelum Masehi.
Bahkan pelaut ulung Mandar berhasil menemukan sistem cardik yang berguna sebagai penyeimbang kiri dan kanan perahu.
Ini sangat bergunan dalam mengatasi ganasnya ombak lautan dan menerapkan bermacam cara memancing.
Tipe perahu sandeq
Sandeq merupakan warisan budaya tak benda Indonesia sebagai aset budaya nasional.
1. Sandeq paroppo, untuk menangkap ikan tuna di roppo atau rumpon.
2. Sandeq potangnga, untuk menangkap ikan terbang
3. Sandeq pangoli, untuk menangkap ikan tongkol
4. Sandeq pappasar, untuk mengangkut barang dagangan dari pasar ke pasar.
5. Sandeq pappasiluba, untu lomba
(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)