Breaking News:

Bandara Polman

Rencana Pembangunan Bandara di Polman, Warga Minta Pemerintah Kaji Ulang

"Untuk umum, tapi ini karena baru tahap awal tipenya masih ATR. Karena tidak bisa langsung bandara besar," kata Akhsan Senin (13/9/2021).

instagram @dishubpolman
Lokasi pembangunan bandara Polewali Mandar di Dusun Bulubawang Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Polewali Mandar. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Rencana pembangunan bandara udara di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) mendapat tanggapan dari sejumlah pihak.

Pembangunan bandara rencana ditempatkan di Dusun Bulu bawang, Desa Patangpanua, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar.

Tokoh Pemuda Polman, Jafar mengatakan, pembangunan bandara udara di daerah ini sebaiknya dikaji lebih mendalam lagi.

Pembangunan bandara tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial historis dan geografis, mengingat Polewali mandar merupakan daerah agraris.

Baca juga: Ternyata Bandara Polman Dibangun Untuk Jenis Pesawat Ini

Baca juga: Kabupaten Polman Sebentar Lagi Akan Punya Bandara Sendiri, Disini Lokasinya

Kondisi jalan menuju Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Polman.
Kondisi jalan menuju Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Polman. (Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri)

Pembangunan harus melalui studi kelayakan yang matang dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu, selain ilmu tentang penerbangan.

"Benar dan salahnya pembangunan itu tentunya kembali kepada sudut pandang kebutuhan masyarakat, apakah butuh atau tidak? berikut apakah merugikan atau menguntungkan masyarakat Polman? ," sebutnya.

Bandara itu kata Jafar adalah proyek yang besar, karena itu syarat dengan lahan yang luas.

"Pertama sangat potensial sejumlah pemukiman warga dan tanah produktif warga tergusur, untung baik jika pemerintah melakukan relokasi dan ganti rugi jika tidak, warga menjadi korban dalam pembangunan tersebut.

Khususnya petani dan kelompok sosial lainnya yang sangat rentan," sebutnya.

Baca juga: Capaian Vaksinasi Pelajar di Mamuju Rendah, Wakasek SMPN 2: Orangtua Siswa Khawatir

Baca juga: Bau Akram Dai Dilantik Jadi Raja, Berikut Sejarah Kerajaan Mamuju dan Nama-nama Raja Terdahulu

Kedua kata dia, warga yang nantinya kehilangan tanah garapan berpotensi mengadu nasib sebagai buruh baru dengan upah rendah sebab kecakapan yang rendah juga, kebiasaan mereka selama ini menggarap tanah.

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Hasrul Rusdi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved