Breaking News:

Denis Terpaksa Putus Sekolah, Tak Mampu Beli HP Android Ikut Belajar Online, Kini Jualan Jalangkote

Namanya terdaftar di SMPN 2 Mamuju, tapi selama pembelajaran jarak jauh menggunakan Handphone, ia tak perna ikut belajar.

Fahrun Ramli/Tribun-Sulbar.com
Siswa SMPN 2 Mamuju, Denis 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Denis terpaksa putus sekolah karena Pandemi Covid-19 yang mengharuskan belajar daring atau online.

Denis tak mampu membeli Handphone android dan kuota internet yang menunjang belajar online selama Pandemi Covid-19.

Denis adalah warga Jl Pengayoman, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Namanya terdaftar di SMPN 2 Mamuju, tapi selama pembelajaran jarak jauh menggunakan Handphone, ia tak perna ikut belajar.

Baca juga: FOTO Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di SMPN 1 Mamuju

Baca juga: Banyak Siswa SMPN 1 Mamuju Terlambat, Fikri: Belum Terbiasa Bangun Pagi

Siswa SMPN 2 Mamuju, Denis
Siswa SMPN 2 Mamuju, Denis (Fahrun Ramli/Tribun-Sulbar.com)

Selama sekolah online barlangsug, Denis hanya bisa jualan jajanan jalangkote keliling.

Denis mengaku sangat ingin beli Handpone tetapi uang yang dikumpulkan belum juga cukup.

"Jualanka, kumpul uang untuk beli Hp, supaya biasa ikut belajar online," ujar Denis kepada Tribun-Sulbar.com, Senin (13/9/2021).

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas sudah dimulai di sekolahnya hari ini, Senin (13/9/2021).

Namun ia mengaku sudah putus sekolah.

Denis malu masuk sekolah sebab tak perna ikut belajar selama pembelajaran online diterapkan.

Akhrinya ia memutuskan untuk berhenti sekolah.

Dari pengakuanya, pekerjaan kedua orang tuanya tak mampu mencukupi kebutuhan hidupnya.

Baca juga: Enam Sekolah di Majene Peroleh Penghargaan Adiwiyata Nasional

Baca juga: Terlalu Semangat, Puluhan Siswa SMPN 2 Mamuju Salah Jadwal Pembelajaran Tatap Muka

Pemeriksaan suhu bagi siswa SMPN 1 Mamuju, Senin (13/9/2021).
Pemeriksaan suhu bagi siswa SMPN 1 Mamuju, Senin (13/9/2021). (Fahrun Ramli/Tribun-Sulbar.com)

Ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan, dan ibunya pembuat jalangkote.

Untuk membantu kedua orang tuanya, ia keliling kampung untuk jualan jalankote.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

Penulis: Fahrun Ramli
Editor: Hasrul Rusdi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved