Minggu, 12 April 2026

Randis Bupati Polman

Polemik Randis Rp 2,5 M, Bupati Polman Ibrahim Masdar: Kalau Itu Salah, Saya Minta Maaf

Uang senilai Rp 2,5 miliar dianggap lebih bijak ketika digunakan untuk membantu masyarakat yang tengah kesulitan ekonomi.

Tayang:
Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasrul Rusdi
zoom-inlihat foto Polemik Randis Rp 2,5 M, Bupati Polman Ibrahim Masdar: Kalau Itu Salah, Saya Minta Maaf
Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri
Bupati Polewali Mandar (Polman), Andi Ibrahim Masdar 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Bupati Polewali Mandar (Polman), Andi Ibrahim Masdar akhirnya angkat bicara terkait polemik kendaraan dinas miliknya seharga Rp 2,5 miliar.

AIM akronim nama orang nomor satu di Polewali Mandar ini mengaku siap mengembalikan jika diminta.

"Kalau saya dibelikan Mercy lantas itu salah, saya minta maaf. Terserah lah kalau kabag umum mau juga kembali silahkan," kata AIM saat ditemui di halaman Kantor Bupati Polman, Senin (23/8/2021).

Baca juga: Realisasi Anggaran DAK Fisik Polman Terendah di Sulbar, Hanya Rp 14,7 miliar

Baca juga: Kabag Umum Pemkab Polman Soal Mercy Rp 2,5 Miliar: Untuk Keselamatan Bupati

Mercedes Benz GLS-Class
Mercedes Benz GLS-Class (oto.com)

"Kalau minta dikembalikan saya kembalikan, carikan pembeli, saya suruh appraisal jual kembali," lanjutnya

Pembelian mobil untuk Bupati Polewali Mandar mendapat sorotan publik.

Pasalnya momen pengadaan Randis seharga miliar dilakukan di tengah pandemi Covid 19.

Seperti yang dipaparkan Ketua Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB), Asri Anas.

"Kalau saya sendiri malu-malu. Kita biasa membandingkan orang lain. Selevel di kabupaten Jawa Barat tidak ada pakai mercy," ucap Asri Anas.

Mobil dinasnya aja Gubernur dan Wakil DKI Jakarta ngak ada Mercy. Mobil Menteri itu Inova kemudian paling tinggi Camry yang harganya 700 juta," ujar Asri Anas.

Mantan Anggota DPD RI menilai pembelian mobil dengan harga Rp 2,5 miliar sebagai bentuk foya-foya di atas penderitaan masyarakat yang tengah kesusahan.

Seorang pemimpin dalam mengambil keputusan seharusnya kata dia, mempertimbangkan aspek hukum dan etik.

Aspek hukumnya adalah berpedoman pada peraturan menteri dalam negeri tentang pengadaan Randis.

Baca juga: Realisasi Anggaran DAK Fisik Polman Terendah di Sulbar, Hanya Rp 14,7 miliar

Baca juga: Realisasi DAK Fisik Kabupaten Mamasa Hanya Rp 19,9 Miliar

Bupati Polewali Mandar (Polman), Andi Ibrahim Masdar
Bupati Polewali Mandar (Polman), Andi Ibrahim Masdar (Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri)

Dalam peraturan disebutkan pejabat Eselon I mendapatkan jatah mobil dinas maksimal berharga Rp 702.970.000

Sementara dari segi etika karena kondisi masyarakat saat ini tengah menghadapi pandemi Covid-19.

Uang senilai Rp 2,5 miliar dianggap lebih bijak ketika digunakan untuk membantu masyarakat yang tengah kesulitan ekonomi.

"Untuk apa beli mobil mewah. Saya kira tidak hilang nilai kalau bupati pakai Inova, Pajero, Fortuner.

Masyarakat itu menilai bukan dari mobil, tapi dari aapa yang kita kerjakan. Mampuka Bupati menurunkan angka kemiskinan, " tegasnya.

Asri Anas menilai mobil Mercy's dari segi maintenance tidak layak di Sulawesi Barat , karena belum ada showroom untuk perawatan.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved