Sekolah Tata Muka
Disdikpora Mamuju Belum Bisa Pastikan Jadwal Pembelajaran Tatap Muka
Selain itu, Murniani mengaku sedang bekerja sama dinas kesehatan untuk memberikan vaksinasi kepada guru dan peserta didik.
Penulis: Abd Rahman | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kadis-Pendidikan-Pemuda-dan-Olahraga-Kabupaten-Mamuju-Hj-Murniani.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM.MAMUJU - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Kabupaten Mamuju, belum bisa memastikan kapan sekolah tatap muka (PTM) dilaksanakan.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengizinkan sekolah yang berada di zona PPKM 1 sampai 3 untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).
Sementara Kabupaten Mamuju masih berstatus zona merah Covid-19 atau PPKM level 3.
Baca juga: Dikpora Mamuju Akhirnya Pasang Umbul-umbul HUT ke-76 RI, Murniani: Kemarin Kami Sibuk
Baca juga: IGI Sulbar Sambut Baik Rencana Pemkab Mamuju Terapkan Kurikulum Darurat
Kepala Disdikpora Mamuju, Murniani mengatakan, pihanya sementara berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 kabupaten.
"Kami minta data dulu kepada petugas Covid-19 seperti apa perkembangan Covid-19 di Mamuju setelah itu kami susun bagaimana realisasi penerapannya," kata Murniani kepada Tribun-Sulbar.com, Sabtu (21/8/2021).
Yang dilakukan saat ini, lanjutnya, adalah menyusun kurikulum darurat.
"Jadi saat ini kami sedang menyusun kurikulum darurat, setelah rampung kita minta persetujuan bupati untuk dilaksanakan," ucapnya.
Selain itu, Murniani mengaku sedang bekerja sama dinas kesehatan untuk memberikan vaksinasi kepada guru dan peserta didik.
"Kita juga sudah menerima himbauan presiden untuk memberlakukan vaksin kepada peserta didik, Insyaallah kami akan terus mendorong, sehingga pembelajaran tatap muka segera dilaksanakan," pungkasnya.
Update Covid-19 Sulbar
Positif Covid-19 di Sulawesi Barat (Sulbar) kembali bertambah 89 kasus.
Data tersebut berdasarkan data yang dirilis dinas kesehatan melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Jumat (20/8/2021) pukul 16.33 Wita.
Setelah bertambah 89, kini positif Covid-19 di Sulbar mencapai 10.934 kasus.
Sebelumnya, Kamis (19/8/2021) juga dilaporkan bertambah 99 kasus.
Dari 89 kasus terbaru hari ini, terbanyak dari Polewali Mandar (Polman) 41 kasus.
Kemudian Mamuju Tengah 19, Majene 12, Mamuju 10, dan Mamasa 7 kasus.
Empat diantaranya dilaporkan meninggal dunia, dari Pasangkayu 1, Polman 1, dan Mamuju Tengah 2 kasus.
Kabar baiknya, 108 pasien dinyatakan sembuh.
Dari Pasangkayu 25, Mamasa 6, Polewali Mandar 26, Majene 108, Mamuju 382, dan Mamuju Tengah 3 pasien.
"Jadi total pasien sembuh sampai sekarang
9.054 dari total terkonfirmasi 10.934 kasus," jelas Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulbar, Safaruddin Sanusi DM, sore.
Adapun total meninggal dunia sampai saat ini mencapai 245 kasus.
Dari 246 total meninggal dunia, terbanyak di Polewali Mandar 112 kasus.
Mamuju 42 kasus.
Mamasa 8, Majene 28, Mamuju Tengah 32 dan Pasangkayu 24 kasus.
Sementara kasus aktif, sebanyak 1.634 pasien.
Dengan rincian, isolasi mandiri 1.555 pasien.
Lalu, yang masih dirawat di rumah sakit 79 pasien.
Safaruddin berharap masyarakat terus mematuhi protokol kesehatan, melihat positif Covid-19 terus meningkat setiap hari.
"Selalu waspada dan patuhi protokol kesehatan. Utamanya menghidari kerumunan dan menggunakan masker saat keluar rumah," imbuhnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Abd Rahman