Traffic Light Mati

Refocusing Anggaran di BPTD Makassar Membuat Traffic Light di Prapatan Mamuju Tak Kunjung Diperbaiki

Kendaraan roda dua, roda empat hingga bus dan truk melintas di prapatan tersebut saling mendahului dan tidak beraturan.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Ilham Mulyawan
Fahrun/Tribun-Sulbar.com
Traffic light tidak berfungsi di Simpang Empat Jl Poros Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. (Tribun-Sulbar.com/Fahrun) 

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kalau Anda sering melintas di simpang empat, atau prapatan Jl Poros Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, pasti sadar, kalau lampu lalu lintas di sana tak berfungsi alias mati.

Hal ini membuat pengendara harus ekstra hati-hati ketika melintas,

Sebab sangat berpeluang menimbulkan 'adu banteng' antar pengendara, atau kecelakaan lalu lintas mengingat traffic light itu tak berfungsi untuk mengatur lalin di sana.

Prapatan ini menghubungkan Jl Martadinata, Jl Soekarno Harta, Jl Jend Sudirman dan Jl Gatot Subroto.

Sudah sebulan lamanya lampu traffic light ini tak berfungsi.

Traffic light tidak berfungsi di Simpang Empat Jl Poros Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Traffic light tidak berfungsi di Simpang Empat Jl Poros Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. (Tribun-Sulbar.com/Fahrun)

Kendaraan roda dua, roda empat hingga bus dan truk melintas di prapatan tersebut saling mendahului dan tidak beraturan.

Tak jarang kendaraan hampir tabrakan di pertengahan prapatan.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Barat, Maddareski Salatin, menyebut perbaikan traffic light itu merupakan wewenang Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Makassar.

Tugasnya hanya mencatat traffic light tidak berfungsi, untuk kemudian dilaporkan ke BPTD Makassar.

Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan BPTD Makassar, namun hingga kini belum ada kejelasan dari balai.

"Terakhir saya komunikasi sama pihak balai satu minggu yang lalu, letak masalahnya ada pada anggaran perbaikan dan perawatan," ujar Maddareski.

Lebih lanjut, dia menyebutkan masalah anggaran terjadi karena refocusing anggaran di BPTD Makassar, dialihkan ke penanganan Covid-19.

"Sehingga sampai saat ini belum ada kejelasan. Tapi saya akan terus berkomunikasi dengan pihak balai," ia menambahkan.

Personel Sedikit

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved