Rabu, 6 Mei 2026

Belajar Online

Pelajar Mamasa Terpaksa Manjat Gunung Agar Bisa Belajar Online

Agar bisa belajar online, para siswa terpaksa naik gunung mencari jaringan internet.

Tayang:
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Pelajar Mamasa Terpaksa Manjat Gunung Agar Bisa Belajar Online
Tribun-Sulbar.com/Samuel Mesakaraeng
Pelajar di Mehalaan Kabupaten Mamasa ke gunung agar bisa bejalar online di masa pandemi Covid-19 

TRIBUN-SULNAR.COM, MAMASA - Sudah lebih dari setahun dampak pandemi Covid-19 dirasakan masyarakat di semua daerah di Indonesia.

Pendemi corona virus disease 2019 (Covid-19), tidak hanya berdampak pada kesehatan dan ekonomi masyarakat.

Seluruh proses pembelajaran di sekolah pun dialihkan ke metode dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).

Tapi, ironisnya tidak semua daerah memiliki akses jaringan internet.

Satu diantaranya adalah Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Kecamatan Mehalaan, berada kurang lebih 60 Km di sebelah barat Kota Mamasa.

Hampir semua desa di Kecamatan Mehalaan, tidak bisa mengakses jaringan internet.

Agar bisa belajar online, para siswa terpaksa naik gunung mencari jaringan internet.

Baca juga: 2 Tahun Belajar Online, Yoga Siswa SD di Mamuju Belum Tahu Nama Guru Satu Pun

Baca juga: 2 Tahun Pandemi Covid-19, Siswa di Polewali Mandar Mulai Bosan Sekolah Online

Seperti yang dialami Lasmi, siswi kelas XII SMAN 1 Mehalaan.

Lasmi terpaksa naik gunung guna mengakses internet.

Masyarakat sekitar mengenal gunung itu dengan sebutan Saile.

Jaraknya kurang lebih 700 meter dari Ibukota Kecamatan Mehalaan.

Di atas gunung itu terdapat sebuah pondok milik petani.

Pondok itu dimanfaatkan Lasmi dan beberapa pelajar lainnya, sebagai tempatnya berteduh sembari belajar online.

Lasmi mengaku, sejak pandemi Covid-19 dia belajar online di gunung itu.

Pelajar di Mehalaan Kabupaten Mamasa ke gunung agar bisa bejalar online di masa pandemi Covid-19
Pelajar di Mehalaan Kabupaten Mamasa ke gunung agar bisa bejalar online di masa pandemi Covid-19 (Tribun-Sulbar.com/Samuel Mesakaraeng)

"Tidak ada jaringan di kampung. Jadi kalau mau belajar saya terpaksa ke sini," ujar Lasmi, Sabtu (31/7/2021) siang.

Serupa dialami Marsya, siswi Madrasah Aliyah Saluaho.

Agar bisa belajar online, Marsya, harus menempuh perjalanan tiga kilometer dari desanya.

Sementara jalan dari desa tidak begitu memadai.

Licin, berlubang, dan berbatu harus dilalui Marsyah, tiap hari demi belajar online.

"Kalau tidak ke sini tidak bisa belajar. Jadi harus ke sini," tuturnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Samuel Mesakaraeng

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved