Breaking News:

FKIP Unsulbar Gandeng Guru BK Beri Trauma Healing Pelajar Penyintas Gempa di Sulbar

Dosen FKIP Unsulbar sekaligus koordinator pelatihan Hardi Hamzah mengungkapkan, pelatihan diikuti 85 peserta guru BK yang tersebar di beberapa wilayah

TribunSulbar.com/Misbah Sabaruddin
Dekan FKIP Unsulbar, Dr Abdullah Pandang 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) mengajak guru Bimbingan Konseling (BK) untuk memberi trauma healing kepada pelajar penyintas gempa di Sulbar.

Sebagai upaya mewujudkan program tersebut, FKIP Unsulbar memberi edukasi bagi guru BK di Sulbar lewat Zoom Meeting.

Edukasi ini terkait keterampilan guru BK dalam penguatan pendampingan psiko-sosial terhadap pelajar penyintas Gempa di Sulbar.

Selain itu, kegiatan ini juga bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat Stimulus (PKMS) Unsulbar.

Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, 15-18 Juli 2021.

Dekan FKIP Unsulbar, Dr Abdullah Pandang mengatakan, pentingnya penguatan kemampuan pendampingan psikososial guru BK untuk memastikan trauma pelajar penyintas gempa terkelola dengan baik.

Abdullah mengaku, hal ini menjadi tantangan di Sulbar. Apalagi keberadaan guru BK di sekolah-sekolah masih terbatas.

“Guru BK dituntut untuk segera merespon recovery psikologis pelajar pasca gempa maupun bencana lainnya karena kondisi traumatik akan mempengaruhi kesiapan belajar," terang Abdullah

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Prof Gufran Darma Dirawan menjelaskan, kondisi geografis Sulbar yang rawan bencana.

Sehingga, penting memiliki mitigasi bencana yang baik.

Baca juga: Profil Kabag Humas Kemenag Sulbar, Sahlan: Menyebarkan Kebaikan Demi Ummat

Baca juga: 18 Kali Gempa di Sulbar Sepekan Terakhir: Majene Dua Kali, Polman Satu Kali & Mamasa 15 Kali

Bukan hanya pada kesiapan fisik namun juga recovery mental pasca bencana.

Menurutnya, peran guru BK mendampingi pelajar penyintas gemp sangat penting.

“Jepang yang dilanda gempa dengan magnitudo yang lebih besar secara berkala memiliki kesiapan dan mitigasi bencana yang baik sehingga meminimalisir korban baik secara fisik maupun mental," tutur Prof Gufran juga adalah Guru Besar Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Fakultas Teknik UNM, Makasaar.

Dosen FKIP Unsulbar sekaligus koordinator pelatihan Hardi Hamzah mengungkapkan, pelatihan diikuti 85 peserta guru BK yang tersebar di beberapa wilayah di Sulbar.

Selain itu, juga dihadiri diikuti beberapa  mahasiswa FKIP Unsulbar yang diproyeksikan mengikuti program Kampus Mengajar 2021 oleh Kemdikbudristek.

“Awalnya kegiatan ini kami rancang untuk dilaksanakan secara luring namun dengan mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19, maka kami ubah secara daring," ujar Hardi Hamzah yang juga merupakan Koordinator Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Unsulbar.

Kegiatan ini laksanakan dengan mengkombinasikan metode sinkron dan asinkron.

Sehingga peserta, baik guru BK dan mahasiswa tetap dapat berinteraksi dan melakukan aktifitas pelatihan dibawah bimbingan dan arahan pemateri. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Misbah Sabaruddin 

Penulis: Misbah Sabaruddin
Editor: Hasrul Rusdi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved