Covid 19 Sulbar
Ini Penyebab Pemerintah Sulbar Lambat Tangani Covid-19 di Awal Masuk
Salah satu penghambatnya adalah fasilitas Laboratorium kurang memadai saat awal Covid-19 masuk di Sulbar.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Imelda-Adhi-Yanti.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pemerintah Sulawesi Barat (Sulbar) mengakui lambat tangani Covid-19 di awal masuk.
Kasus positif Covid-19 Sulbar pertama pada 29 Maret 2020.
Per tanggal 15 Juli 2021, positif Covid-19 di Sulawesi Barat (Sulbar) sudah mencapai 6.502.
Dirawat 43 orang.
609 isolasi mandiri.
5.715 dinyatakan sembuh.
Meninggal dunia 135 orang.
Data ini diambil dari website covid19.sulbarprov.go.id
Terakhir diperbaharui 15-07-2021 Pukul 06:29:21.
Lalu kenapa lambat ditangani awal masuk atau sejak kasus pertama?
Wakil juru bicara Satgas Covid-19 Sulbar Imelda Adhi Yanti (40) mengungkapkan alasannya.
Saat menjadi mentor tamu di pelatihan Tribun-Sulbar.com di Cafe and Pool Almira, Jl Soekarno Hatta, Karema, Mamuju.
Imelda menyebut, fasilitas Laboratorium kurang memadai menjadi penghambat penanganan Covid-19 pada awal masuknya di Sulbar.
Seperti Laboratorium dan peralatan deteksi Covid-19.
"Pada awal masuknya Covid-19, yang menjadi kendala karena hasil tes harus dikirim ke Makassar dan kita menuggu selama 14 hari" ujar Imhe sapaannya, Kamis (15/7/2021).