Kamis, 11 Juni 2026

Covid 19 Sulbar

Ini Penyebab Pemerintah Sulbar Lambat Tangani Covid-19 di Awal Masuk

Salah satu penghambatnya adalah fasilitas Laboratorium kurang memadai saat awal Covid-19 masuk di Sulbar.

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Ini Penyebab Pemerintah Sulbar Lambat Tangani Covid-19 di Awal Masuk
Tribun Timur / Ilham Mulyawan
Wakil Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sulbar 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pemerintah Sulawesi Barat (Sulbar) mengakui lambat tangani Covid-19 di awal masuk.

Kasus positif Covid-19 Sulbar pertama pada 29 Maret 2020.

Per tanggal 15 Juli 2021, positif Covid-19 di Sulawesi Barat (Sulbar) sudah mencapai 6.502.

Dirawat 43 orang.

609 isolasi mandiri.

5.715 dinyatakan sembuh.

Meninggal dunia 135 orang.

Data ini diambil dari website covid19.sulbarprov.go.id

Terakhir diperbaharui 15-07-2021 Pukul 06:29:21.

Lalu kenapa lambat ditangani awal masuk atau sejak kasus pertama?

Wakil juru bicara Satgas Covid-19 Sulbar Imelda Adhi Yanti (40) mengungkapkan alasannya.

Saat menjadi mentor tamu di pelatihan Tribun-Sulbar.com di Cafe and Pool Almira, Jl Soekarno Hatta, Karema, Mamuju.

Imelda menyebut, fasilitas Laboratorium kurang memadai menjadi penghambat penanganan Covid-19 pada awal masuknya di Sulbar.

Seperti Laboratorium dan peralatan deteksi Covid-19.

"Pada awal masuknya Covid-19, yang menjadi kendala karena hasil tes harus dikirim ke Makassar dan kita menuggu selama 14 hari" ujar Imhe sapaannya, Kamis (15/7/2021).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved