Breaking News:

HUT Mamuju

Maradika Mamuju: Mari Eratkan Kebersamaan dan Kerukunan Bermasyarakat

Andi Bau Akram Maksum Dai berharap, di usia yang sudah memasuki 481 tahun, Mamuju dapat menjadi contoh keharmonisan persatuan dan kesatuan masyarakat

Tribun-Sulbar/habluddin_hambali
PUTRA MAHKOTA MAMUJU - Maradika_Mamuju_Andi_Bau_Akram_Dai (46), putra mahkota kerajaan Mamuju. Pue Akram menggantikan mendiang ayahnya Andi Bau Maksum Dai yang mangkat 2020 lalu. 

Laporan Wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Hari jadi Kabupaten Mamuju yang ke-481 diperingati Rabu (14/7/2021) hari ini.

Terkait hal ini, Putra Mahkota Kerajaan Mamuju, Andi Bau Akram Maksum Dai berharap, di usia yang sudah memasuki 481 tahun, Mamuju dapat menjadi contoh keharmonisan persatuan dan kesatuan masyarakat yang terdiri dari berbagai suku, etnis, budaya, agama dan adat istiadat.

Karena Indonesia dikenal sebagai negara yang majemuk.

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik, Pelantikan Putra Mahkota Andi Bau Akram Dai Jadi Raja Mamuju Ditunda

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Sulbar Menjadi 6.469 Kasus, Suraidah Suhardi Minta Masyarakat Taati Prokes

Ditandai banyaknya suku, etnis, budaya, agama, adat istiadat di dalamnya.

"Berbagai etnis di Mamuju seperti suku Mandar, Bugis, Bali sampai Jawa. Ini yang harus kita jaga kebersamaan dan kerukunan dalam bermasyarakat.

Maradika Mamuju, Andi Bau Maksum Dai yang juga Putra Mahkota Kerajaan Mamuju saat ditemui di kediamannya yang berada di Jl. Yos Sudarso, Kota Mamuju, Selasa (13/7/2021).
Maradika Mamuju, Andi Bau Maksum Dai yang juga Putra Mahkota Kerajaan Mamuju saat ditemui di kediamannya yang berada di Jl. Yos Sudarso, Kota Mamuju, Selasa (13/7/2021). (Habludin/Tribun-Sulbar.com)

"Yang memiliki masyarakat multikultural dengan berbagai latar belakang budaya," ujar Andi Bau Akram saat ditemui di kediamannya, Jl. Yos Sudarso, Kecamatan Binanga, Kota Mamuju, Sulawesi Barat.

Sehingga sangat menggambarkan keragaman yang ada.

Apalagi, lanjut dia, peringatan hari jadi yang seharusnya penuh rasa kegembiraan, harus dipendam karena Sulbar masih diliputi rasa duka mendalam akibat gempa 6,2 magnitudo yang terjadi 15 Januari 2021 lalu.

"Ditambah lagi meningkatnya kasus Covid-19. Maka tahun ini kita harus lebih tabah dan sabar menghadapi ujian," ia menambahkan.

Halaman
12
Penulis: Habluddin Hambali
Editor: Ilham Mulyawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved