Amiruddin Warga Majene Minta Anaknya Lakukan Ini Sebelum Gantung Diri
Polisi masih melakukan olah Tempat kejadian Perkara (TKP). Beberapa barang bukti berupa kabel telah diamankan.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/rumah-korban-gantung-diri-di-Banggae-Majene.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM,MAJENE - Amiruddin (35) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya.
Dusun Galung Tengah, Kelurahan Galung Kecamatan Banggae Majene Sulawesi Barat, Rabu (2/6/21).
Polisi menduga warga Majene ini bunuh diri.
Amiruddin pertama kali ditemukan anaknya Saripah berusia 17 tahun.
Saripah menyebut melihat ayahnya tergantung sekitar pukul 07.00 Wita.
Sebelum itu kata Saripah, ayahnya meminta sesuatu ke anak-anaknya.
Amiruddin meminta semua anaknya turun ke kolom rumah.
Sementara Amiruddin gantung diri di atas rumah panggungnya.
Saripah dapati sang ayah gantung diri, langsung teriak.
Dan meminta tolong ke warga sekitar.
Amiruddin gantung diri menggunakan kabel listrik.
Sementara polisi masih melakukan olah Tempat kejadian Perkara (TKP).
Beberapa barang bukti berupa kabel telah diamankan.
Untuk memastikan penyebabnya.
Termasuk meminta keterangan kepada saksi.
Keluarga dan warga setempat.
"Jenaza korban sudah diserahkan ke pihak keluarga korban untuk proses pemakamannya," kata Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Jamaluddin.
Jenazah korban tidak dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Alasannya karena pihak keluarga menolak untuk di autopsi.
"Pihak keluarga menolak jika jenazah di autopsi.
Sekedar diketahui Amiruddin memiliki lima anak.
Sementara istrinya saaat ini berada di Arab Saudi sebagai TKI.
Kasus Sebelumnya
Kasus dugaan bunuh diri bukan pertama kali terjadi di Majene.
Beberapa waktu lalu seorang mahasiswa Unismuh asal Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) ditemukan merenggang nyawa.
Setelah gantung diri di toko butik, tepatnya kamar depan rumahnya, Rabu (27/5/2021).
Sebelum ditemukan gantung diri, korban sempat cekcok melalui pesan Whatsapp dengan pacarnya Hijrah Ruddin, karena tidak terima diputuskan.
Bahkan, mahasiwa semester IV di Makassar sempat video call dengan pujaan hatinya dan mengancam akan bunuh diri.
Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh temanya Ahmad Dani Reway.
Korban ditemukan dalam kondisi leher terikat seutas tali nilon warna kuning.
Ahmad Dani mendapat telpon dari pacar korban bahwa Naufal mengancam akan bunuh diri sekitar pukul 19.00 Wita.
"Saksi tiba-tiba menerima panggilan telpon dari pacar korban atas nama Hijrah Ruddin dan meminta agar saksi segera kerumah korban karena korban mengancam ingin bunuh diri, " kata Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Jamaluddin.
Setiba dirumah korban, saksi memanggil korban namun tidak ada jawaban.
Kemudian saksi masuk kedalam halaman rumah korban karena gerbang dalam posisi terbuka.
Saat melihat masuk kedalam butik ibu korban, dan melihat korban berada di depan mesin jahit, saksi mengira korban sementara menjahit.
"Setelah melihat kembali kedalam ruangan, ternyata korban dalam keadaan gantung diri dan sudah dalam keadaan meninggal, " paparnya.