Sabtu, 2 Mei 2026

Hari Buruh

Peringati Hari Buruh Ojol Mamuju Minta Kenaikan Tarif dan BPJS Gratis

ketiadaan payung hukum di tingkat daerah membuat posisi pengemudi rentan karena tidak adanya kepastian hukum

Tayang:
Penulis: Suandi | Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Peringati Hari Buruh Ojol Mamuju Minta Kenaikan Tarif dan BPJS Gratis
Tribun-Sulbar.com/Suandi
MAY DAY - Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Persaudaraan Ojol Mamuju menggelar aksi damai memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di Jl Yos Sudarso, Keluruhan Binanga, Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (1/5/2026). 
Ringkasan Berita:Tuntutan Utama Ojol Mamuju
1. Kenaikan Tarif: Mendesak adanya penyesuaian tarif atau ongkos kirim (ongkir) agar lebih layak bagi pengemudi.
2. Payung Hukum Daerah: Meminta Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju segera menyusun Peraturan Daerah (Perda) khusus yang mengatur operasional ojek online.
3. Jaminan Keselamatan: Meminta pemerintah memfasilitasi BPJS Ketenagakerjaan secara gratis sebagai perlindungan atas tingginya risiko kecelakaan di jalan raya.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Persaudaraan Ojol Mamuju menggelar aksi damai memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di Jl Yos Sudarso, Keluruhan Binanga, Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (1/5/2026).

Mereka membawa tiga tuntutan.

Pertama kenaikan tarif atau ongkos kirim (ongkir). 

Baca juga: Dikabarkan Hilang Pagar Manakarra Tower Mamuju Hanya Lepas karena Jadi Pijakan Pengantar Jamaah Haji

Baca juga: 3 Organisasi Mahasiswa di Mamuju Tengah Unjuk Rasa Peringati Hari Buruh

Kedua meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Pemerintah Kabupaten Mamuju untuk segera menyusun Peraturan Daerah (Perda) khusus ojek online.

Terakhir meminta pemerintah memfasilitasi BPJS Ketenagakerjaan secara gratis bagi para pengemudi ojol karena tingginya risiko keselamatan kerja di jalan.

"Tuntutan kami meminta adanya penyesuaian tarif agar pengemudi ojol bisa mendapatkan penghasilan yang layak," ujar Koordinator aksi, Nirwansyah.

Kemudian lanjut dia, ketiadaan payung hukum di tingkat daerah membuat posisi pengemudi rentan karena tidak adanya kepastian hukum yang mengatur operasional dan perlindungan mereka.

"Terakhir itu perlindungan jaminan sosial sangat penting bagi kami karena pekerjaan ini penuh risiko. Kami berharap pemerintah hadir memberikan perlindungan nyata," tuturnya.

Pantauan di lokasi, aksi berjalan dengan tertib. 

Para pengemudi tampak membentangkan spanduk berisi poin-poin tuntutan sambil melakukan orasi secara bergantian.

Persaudaraan Ojol Mamuju berharap momentum May Day tahun ini menjadi titik balik bagi pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan nasib pekerja sektor informal, khususnya pengemudi ojek daring di Sulawesi Barat.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi 

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved