Penertiban PKL
Tertibkan Bahu Jalan, DLHK Angkut Material Bangunan PKL di Rangas Mamuju
Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan tata kota yang bersih dan aman serta memastikan bahu jalan kembali fungsional.
Penulis: Suandi | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/DLHK-dan-Satpol-PP-bersihkan-material-bangun-PKL-di-Rangas-usai-ditertibkan.jpg)
Ringkasan Berita:
- DLHK dan Satpol PP Sulbar bersihkan bahu jalan Rangas dari sisa lapak PKL.
- Material bangunan bekas lapak dievakuasi menggunakan dua truk besar untuk trotoar bebas hambatan.
- Pedagang mengeluhkan tidak adanya solusi relokasi, meski penertiban dilakukan secara sukarela.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) bersama Satpol PP Sulbar menertibkan bekas lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan H. Abdul Malik Pettana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Rabu (7/1/2026).
Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan tata kota yang bersih dan aman serta memastikan bahu jalan kembali fungsional.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, personel Satpol PP mengangkut sisa bangunan lapak seperti kayu, atap seng, dan meja dagangan menggunakan dua truk besar.
Baca juga: PMII Mamuju Desak Pemda Tidak Gusur PKL Ikan dan Sayuran Dekat Kantor Gubernur Jika Tanpa Solusi
Material disusun rapi sebelum dibawa ke tempat pembuangan.
Sementara area trotoar dibersihkan agar bebas dari hambatan lalu lintas.
Sekretaris Satpol PP Sulbar, Muhammad Saleh, menyebut kegiatan ini bagian dari kolaborasi lintas instansi mendukung program “Mamuju Keren”.
“Kami berterima kasih kepada pedagang yang membongkar sendiri lapaknya. Kehadiran kami bukan untuk menghalangi ekonomi, tapi mengarahkan aktivitas agar lebih tertib dan aman,” ujar Saleh.
Pedagang Minta Solusi Relokasi
Meski penertiban berjalan kondusif, beberapa pedagang mengeluhkan ketiadaan tempat baru.
Muliadi, pedagang enam tahun di lokasi, menilai penertiban seharusnya dibarengi pembinaan.
“Kami tidak menolak penertiban, tapi cara-cara ini mengorbankan pedagang kecil tanpa solusi relokasi,” keluhnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi