Mamuju
Antisipasi Banjir, BWS Pasang Bronjong 38 Meter dan Rampungkan Normalisasi Kali Mamuju
Proyek yang dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V ini bertujuan menekan risiko luapan air sungai yang kerap merendam pemukiman
Penulis: Suandi | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kali-mamuju.jpg)
Ringkasan Berita:
- Proyek normalisasi Sungai Kali Mamuju di Kelurahan Mamunyu telah rampung setelah dilakukan pengerukan sedalam dua meter sepanjang 800 meter.
- Proyek ini bertujuan mengurangi risiko banjir yang kerap merendam permukiman warga.
- Balai Wilayah Sungai Sulawesi V bersama PUPR Sulbar menyelesaikan normalisasi Kali Mamuju dengan pengerukan dan pemasangan bronjong sepanjang 38 meter.
- Upaya ini dilakukan sebagai tanggul sementara untuk menahan luapan air sungai.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Proyek normalisasi Sungai Kali Mamuju di Kelurahan Mamunyu, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, resmi rampung.
Proyek yang dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V ini bertujuan menekan risiko luapan air sungai yang kerap merendam pemukiman warga.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (28/12/2025), alat berat jenis ekskavator yang sebelumnya digunakan mengeruk dasar sungai sudah berhenti beroperasi.
Baca juga: 6 Rumah Warga Terancam Hilang di Babana Mateng, Abrasi Pantai Makin Meluas ke Pemukiman
Baca juga: VIRAL Dosen Pertanian UIM Makassar Ludahi Kasir saat Belanja di Toko Swalayan
Excavator berukuran besar berwarna kuning itu terparkir di sisi jembatan.
Proyek yang dimulai sejak 30 November 2025 ini menyasar pengerukan sungai sedalam dua meter dengan total panjang mencapai 800 meter.
Area pengerjaan membentang dari wilayah Lengang-Lengang hingga ke Jembatan Kali Mamuju.
Di sepanjang sisi sungai, terlihat gundukan material tanah dan pasir sisa pengerukan yang sengaja ditempatkan untuk memperkuat area tepian.
Lurah Mamunyu, Harry Murianto, menjelaskan normalisasi ini merupakan bentuk kolaborasi antara BWS Sulawesi V dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulawesi Barat.
Selain pengerukan, pihak terkait juga membangun infrastruktur pengaman tambahan berupa bronjong sebagai tanggul sementara.
"Untuk mengantisipasi banjir, BWS dan PUPR berkolaborasi membuat bronjong sepanjang 38 meter. Tanggul sementara ini dipasang mulai dari jembatan hingga ujung BTN Green Sulawesi," ujar Harry.
Meski pengerukan dan bronjong telah selesai, pemerintah telah menyiapkan rencana lanjutan untuk memastikan keamanan warga dari ancaman banjir secara permanen.
Pada 2026, BWS berencana melakukan pemasangan pancang beton (sheet pile) di sepanjang aliran Kali Mamuju.
Langkah ini diambil agar struktur tebing sungai lebih kokoh dan tidak mudah tererosi saat debit air meningkat tajam.
"Tahun depan direncanakan ada pemasangan pancang beton agar luapan sungai yang sering menyebabkan banjir tidak terjadi lagi," pungkas Harry.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi
| 4 Desa Terdampak Banjir di Mamuju Tengah 1 Pohon Besar Tumbang |
|
|---|
| Bayi Satu Tahun di Mamuju Tengah Hanyut Terseret Arus Sungai, Ditemukan Meninggal Dunia |
|
|---|
| Pangkalan LPG 3 Kg di Mamuju Perketat Penjualan Jelang Iduladha 1447 Hijriah, Wajib Bawa KTP |
|
|---|
| 73 Siswa SD Inpres Batuparigi Mamuju Tengah Ikuti ASAJ 2026 Selama Lima Hari |
|
|---|
| Jalan Trans Sulawesi di Mamuju Tengah Rusak Parah, Lubang Ditandai Pot Bunga dan Ban Bekas Warga |
|
|---|