Pemkab Mateng
Wabup Mateng Sentil Data yang Belum 'Connect': Harus Valid, Jangan Beda-beda
Namun, Askary juga mengakui masih terdapat kekurangan dalam proses pengumpulan data saat ini.
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Wakil-Bupati-Askary.jpg)
Ringkasan Berita:
- Wakil Bupati Mamuju Tengah, Askary, menegaskan pentingnya data yang valid dan akurat dalam Forum Satu Data Indonesia untuk mendukung pengambilan kebijakan.
- Data yang terintegrasi dibutuhkan untuk program strategis seperti pengentasan kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, dan peningkatan ekonomi masyarakat.
- Forum Satu Data Indonesia diharapkan mampu menyinkronkan perbedaan data antarinstansi agar menghasilkan satu data yang terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Wakil Bupati Mamuju Tengah, Askary, menghadiri kegiatan Forum Satu Data Indonesia tingkat Kabupaten Mamuju Tengah.
Kegiatan berlangsung di Aula A Kantor Bupati, Jalan Tammauni Pue Ballung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Selasa (21/4/2026).
Askary menegaskan pentingnya pengelolaan data benar dan valid sesuai dengan kondisi di lapangan.
Baca juga: Tiga Hari Lagi Tutup, Ini Syarat dan Cara Daftar Manager Kopdes, Lulus Jadi Karyawan BUMN
Baca juga: Tega Setubuhi Anak Tiri hingga Hamil, Ayah di Mamuju Terancam 20 Tahun Penjara
Tidak hanya itu, pengelolaan data harus memiliki sumber jelas.
"Data dikelola betul, valid sesuai kondisi di lapangan," ucap Askary ditemui usai kegiatan di aula A Kantor, Jl Tammauni Pue Ballung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Selasa (21/4/2026).
Sehingga data tersebut dapat digunakan untuk merumuskan kebijakan, mengimplementasikan kebijakan, dan mengevaluasi kebijakan.
Menurutnya, data yang akurat menjadi rujukan utama pemerintah daerah dalam mengambil langkah kebijakan dan menjalankan program-program strategis.
Beberapa program yang dimaksud antara lain pengentasan kemiskinan ekstrem, percepatan penurunan stunting, serta peningkatan perekonomian masyarakat.
Namun, Askary juga mengakui masih terdapat kekurangan dalam proses pengumpulan data saat ini.
Diantaranya kendala ditemukan adalah ketidaklinearan data disajikan.
"Seperti, pihak lain mengeluarkan data namun berbeda dengan pihak lainnya, belum connect," ungkapnya.
Oleh karena itu, keberadaan Forum Satu Data Indonesia diharapkan dapat menyinkronkan berbagai data.
Dengan demikian, hanya akan ada satu sumber data yang keluar melalui mekanisme Satu Data Indonesia.
"Sehingga data dihasilkan terintegrasi dan dapat dipertanggungjawabkan bersama," pungkasnya. (*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah
| Sekretariat Wapres Gibran Sambangi Mamuju Tengah, Pantau Penanganan Stunting |
|
|---|
| Disdikbud Mamuju Tengah Susun Analisis Beban Kerja Guru untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan |
|
|---|
| 70 Persen Pajak Sudah Non-Tunai Pemkab Mamuju Tengah Dorong Digitalisasi Hingga ke Desa |
|
|---|
| Pemkab Mamuju Tengah Cari Calon Kepsek untuk 65 Sekolah |
|
|---|
| Prioritaskan Keselamatan Siswa Pemkab Mateng Akan Bangun Sekolah Baru SMPN SATAP Salulebbo |
|
|---|