Mamuju
Update Harga Bahan Pokok di Mamuju: Cabai dan Bawang Turun, Beras Naik Tipis
Harga beberapa komoditas seperti cabai dan bawang merah mengalami penurunan
Penulis: Suandi | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Sejumlah-harga-bahan-pokok-dijual-di-lapak-Erik.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Beberapa harga kebutuhan pokok mengalami perubahan di Pasar Lama Mamuju, Jl Abd Syakur, Karema, pada Minggu (19/1/2025).
Harga beberapa komoditas seperti cabai dan bawang merah mengalami penurunan.
Cabai rawit merah turun dari Rp 70 ribu menjadi Rp 65 ribu per kilogram.
Bawang merah turun Rp 3 ribu, dari Rp 38 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram.
Tomat saat ini Rp 13 ribu per kilogram, turun dari Rp 15 ribu per kilogram.
Namun, harga cabai lainnya masih stabil. Cabai merah besar tetap Rp 30 ribu per kilogram.
Cabai keriting stabil di Rp 35 ribu per kilogram, dan abai rawit hijau tidak berubah di Rp 40 ribu per kilogram.
“Iya, beberapa harga sudah mulai turun, tapi ada yang tetap seperti cabai merah besar dan cabai keriting,” kata Irfan, salah seorang pedagang di Pasar Lama Mamuju.
Sementara beras menunjukkan sedikit kenaikan.
Baca juga: Pesona Sungai Kali Mamuju, Jadi Rekemondasi Tempat Bersantai di Akhir Pekan
Baca juga: Waspada! Gelombang Tinggi 2,5 Meter Ancam Perairan Majene dan Polewali hingga 22 Januari
Beras premium (Nurmadinah dan Putri Duyung, naik dari Rp 14 ribu menjadi Rp 14.200 per liter.
Beras medium (Bambu/ Malolo) naik dari Rp 12.600 menjadi Rp 12.800 per liter.
Beras merk Sinar Madinah tetap stabil di Rp 12.533 per liter.(*)
Laporan Reporter Tribun Sulbar Suandi
| Anggota DPRD Mamuju Tengah Akan Terjun Langsung Awasi Rekrutmen Anggota Paskibra |
|
|---|
| Cuaca Mulai Panas karena El Nino Polisi di Mamuju Tanam Pohon |
|
|---|
| UN Berganti Jadi TKA, SD Inpres Salubiro Mateng Siapkan Bimbingan Khusus |
|
|---|
| AGH Faried Wadjedy, Ulama Kharismatik Sulsel Jadi Imam Jumat di Masjid Babur Rahmah Sampoang |
|
|---|
| Wakil Ketua DPRD Mateng Sebut Perubahan Nama Sejumlah Desa Perlu Kajian Matang dan Koordinasi Pusat |
|
|---|