Rabu, 27 Mei 2026

Ekonomi

Rupiah Terkapar, Tembus Rp17.834 per Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Malah Menguat

Kondisi tersebut membuat rupiah melemah 0,21 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp17.796

Tayang:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Rupiah Terkapar, Tembus Rp17.834 per Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Malah Menguat
Kontan/Franciskus Simbolon
Dolar dan Rupiah. Nilai tukar rupiah di pasar spot tembus ke atas Rp15 ribu per dolar Amerika Serikat (AS). 
Ringkasan Berita:
  • Rupiah melemah pada Rabu pagi (7/5/2026) hingga Rp17.834 per dolar AS, menjadi yang terburuk di Asia.
  • Mayoritas mata uang Asia menguat, sementara rupiah dan peso Filipina berada di zona merah.
  • Rupiah tertekan 0,21 persen dibanding hari sebelumnya akibat penguatan dolar AS di pasar global.

 

TRIBUN-SULBAR.COM- Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Rabu (7/5/2026). Mata uang Garuda dibuka tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menembus level Rp17.834 per dolar AS pada awal sesi perdagangan.

Kondisi tersebut membuat rupiah melemah 0,21 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp17.796 per dolar AS.

Dengan pelemahan ini, rupiah tercatat sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di kawasan Asia pada pagi hari, berlawanan arah dengan mayoritas mata uang regional yang justru menguat.

Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 9 Kurikulum Merdeka Materi Akikah dan Kurban Lengkap

Baca juga: Iduladha 2026, Ini Tips Membedakan Daging Sapi dan Kambing

Hingga pukul 09.04 WIB, hanya peso Filipina yang turut berada di zona merah, meski pelemahannya relatif tipis sebesar 0,03 persen terhadap dolar AS.

Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya justru menunjukkan penguatan. Won Korea Selatan menjadi yang terkuat setelah naik 0,27 persen, disusul baht Thailand yang menguat 0,19 persen.

Dolar Taiwan turut menguat 0,11 persen, sementara yuan China dan dolar Singapura masing-masing naik 0,05 persen. Ringgit Malaysia juga terapresiasi 0,04 persen, diikuti dolar Hong Kong dan yen Jepang yang sama-sama menguat tipis 0,01 persen.

Tekanan terhadap rupiah ini mencerminkan dinamika pasar global yang masih dipengaruhi sentimen eksternal, termasuk penguatan dolar AS di pasar internasional.(*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

 

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved