Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 Panggung Terakhir Mega Bintang Hingga Kejutan Tim Kuda Hitam
turnamen edisi kali ini juga diprediksi melahirkan banyak kejutan seiring perubahan format kompetisi
Penulis: Suandi | Editor: Ilham Mulyawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Febrianto-jagokan-portugal.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Pengamat sekaligus mantan pesepak bola nasional, Febrianto Wijaya, menyebut aura persaingan di ajang Piala Dunia 2026 unik dengan atmosfer yang berbeda.
Selain menjadi panggung terakhir bagi sejumlah megabintang sepak bola dunia, turnamen edisi kali ini juga diprediksi melahirkan banyak kejutan seiring perubahan format kompetisi.
Baca juga: Febrianto Jagokan Portugal Juara Piala Dunia Jadi Panggung Terakhir Cristiano Ronaldo
Baca juga: Barang Bukti 363,829 Gram Sabu Hingga 39.538 Butir Obat Daftar G di Mamuju Dimusnahkan
Febrianto menyebutkan ajang empat tahunan ini menjadi momentum istimewa bagi Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
Diyakini menjadi panggung last dance, alias penampilan terakhir di level tertinggi dunia.
"Sangat sayang kalau kita tidak menonton mereka di Piala Dunia yang bisa saja menjadi yang terakhir ini. Kita melihat rivalitas luar biasa mereka selama satu dekade terakhir," ujar Febrianto saat menjadi narasumber dalam program Bicara Bola di Tribun-Sulbar.com, Rabu (10/6/2026).
Secara khusus, Febrianto yang saat itu mengenakan jersi timnas Portugal menjagokan skuad Selecao das Quinas untuk mengangkat trofi.
Ia melihat ada kemiripan aura antara timnas Portugal saat ini dengan timnas Argentina sewaktu menjuarai Piala Dunia 2022.
"Saya melihat aura itu ada di Portugal hari ini. Seolah-olah bukan cuma kedalaman skuadnya yang bagus, tapi semua pemain, pelatih, hingga suporter ingin bekerja keras mendukung Ronaldo untuk sukses mendapatkan Piala Dunia," tuturnya.
Meski begitu, Febrianto juga mengantongi empat tim favorit utama pilihannya, yaitu Argentina (Amerika Latin), Prancis dan Portugal (Eropa), serta Jepang (Asia).
Format Baru 48 Tim dan Peluang Kuda Hitam
Piala Dunia 2026 mencatatkan sejarah baru dengan perluasan jumlah peserta dari 32 tim menjadi 48 tim, yang terbagi ke dalam 12 grup dengan total 104 pertandingan.
Menurut Febrianto, regulasi baru yang meloloskan juara grup, runner-up, serta delapan tim peringkat ketiga terbaik ini sangat menguntungkan bagi negara-negara dari benua yang level sepak bolanya masih berkembang, termasuk Asia.
"Ini kesempatan baik. Kuotanya semakin banyak dan peluang lolos ke fase selanjutnya semakin besar. Sejak babak kualifikasi, kita bisa melihat kejutan. Norwegia misalnya, mereka datang dengan semangat Viking lewat performa apik Erling Haaland, Bukayo Saka, dan Martin Odegaard," jelasnya.
Selain Norwegia dan sang semifinalis edisi lalu, Maroko, Febrianto secara mengejutkan menempatkan sang pemilik bintang lima, Brasil, sebagai tim kuda hitam, bukan unggulan utama.
Hal ini didasari pada performa statistik dan belum menonjolnya pilar-pilar Brasil di liga top Eropa dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara untuk empat tim debutan Uzbekistan, Yordania, Tanjung Verde, dan Kirgistan, Febrianto memberikan sorotan khusus kepada Uzbekistan.
"Uzbekistan sudah berbenah. Jika melihat hasil pra-kualifikasi hingga uji coba melawan tim selevel Afrika atau Eropa, mereka mampu mengimbangi. Bahkan, ada pemain mereka yang kini menembus skuad Manchester City," pungkasnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi
| Sambut Piala Dunia 2026, Warga Mulai Pasang Bendera Negara Jagoannya di Polman |
|
|---|
| Timnas Iran Batal Bermarkas di Arizona Pindah ke Tijuana Meksiko Gara-gara Perang Timur Tengah |
|
|---|
| Juara Bertahan Tak Jadi Favorit di Piala Dunia 2026, Wakil Afrika Justru Diramal Masuk Final |
|
|---|
| Terbaru Portugal dan Norwegia: Daftar 32 Negara Pastikan Diri Tampil di Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Prediksi Susunan Pemian dan Formasi Timnas Indonesia vs Arab Saudi Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia |
|
|---|