Selasa, 7 April 2026

Tips Beli Motor

Berencana Beli Motor Bekas? Ini Tipsnya Agar terhindari dari Motor Bekas Tabrakan

Tips ini untuk pembelian motor matic bekas agar terhindar dari bekas tabrakan.

Tayang:
Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Berencana Beli Motor Bekas? Ini Tipsnya Agar terhindari dari Motor Bekas Tabrakan
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
Ilustrasi - Penjualan motor bekas di Andika Motor Mamuju Jl Ahmad Kirang, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Jumat (3/6/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM,- Pengen beli motor bekas?

Simak dulu nih tips jika ingin membeli motor bekas agar terhindar dari motor bekas tabrakan. 

Tips membeli motor bekas ini bisa kamu coba agar tidak mengalami kerugian besar akibat salah beli. 

Terutama jika beli motor bekas tabrakan, tentu akan ada biaya tambahan jika tidak jeli dalam pembelian.

Tips membeli motor bekas ini bahkan tanpa bongkar rangka, kamu juga bisa mengetahui motor itu bekas motor tabrakan atau bukan. 

Tips ini untuk pembelian motor matic bekas agar terhindar dari bekas tabrakan.

Kebanyakan penjualan motor bekas tabrakan biasanya diperbaiki terlebih dahulu seluruh bagian yang rusak apalagi rangka yang penyok. 

Ada ciri-ciri khusus motor matic bekas tabrakan yang bisa Anda ketahui tanpa perlu membongkar motornya terlebih dulu.

Mekanik bengkel Kusuma Press membeberkan ciri-ciri motor matic bekas tabrakan yang rangkanya sudah pernah dipress. Motor akan terasa tidak stabil saat dipakai jalan atau dikendarai.

"Motor matic bekas tabrakan yang rangkanya sudah dipress itu kalau dipakai riding biasanya tidak normal," tutur Abdul Rahman mekanik Kusuma Press.

Dia menegaskan, ada beberapa bagian rangka motor yang kalau dipress enggak bisa 100 persen kembali normal.

"Misalnya untuk rangka bagian tengah seperti pijakan kaki, kalau sudah cacat atau naik sebelah kemudian dipress, enggak bisa kembali normal," jelas Rahman.

Selain itu, pada motor matic bekas tabrakan, bagian stang kemudi juga susah stabil saat motor dikendarai. "Pasti kalau dipakai jalan ada rasa seperti ngebuang," tambahnya.

Saat motor terasa ngebuang, umumnya secara reflek bikers akan menahannya.

"Karena sering menahan motor biar enggak ngebuang sering kali membuat area tangan jadi pegal," jelas Rahman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved