Selasa, 19 Mei 2026

Kemenkum Sulbar

Kanwil Kemenkum Sulbar Raih Level 3 Evaluasi Manajemen Risiko Itjen Kemenkum

​Berdasarkan Lembar Kerja Evaluasi (LKE) yang diolah oleh tim Itjen, posisi Kanwil Kemenkum Sulbar saat ini berada pada Level 3

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Kanwil Kemenkum Sulbar Raih Level 3 Evaluasi Manajemen Risiko Itjen Kemenkum
kemenkum/Kemenkum sulbar
entry meeting bersama Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sulbar, Sunu Tedy Maranto dilanjutkan dengan wawancara dan konfirmasi data serta dokumen (daduk) terkait MR dengan perwakilan dari Bagian Tata Usaha dan Umum (TUM) serta bidang-bidang divisi. 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Sulawesi Barat (Sulbar) mengikut evaluasi pelaksanaan Manajemen Risiko (MR) yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenkum. 

Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur tingkat kematangan implementasi MR di lingkungan Kanwil.

​Evaluasi diawali dengan entry meeting bersama Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sulbar, Sunu Tedy Maranto dilanjutkan dengan wawancara dan konfirmasi data serta dokumen (daduk) terkait MR dengan perwakilan dari Bagian Tata Usaha dan Umum (TUM) serta bidang-bidang divisi.

Baca juga: Atase Hukum Malaysia Tangani 150 WNI Terancam Hukuman Mati Kasus Narkotika Hingga Pembunuhan

Baca juga: Arus Deras Rusaki Sayap Jembatan Ruas Mapilli–Piriang Polman, PUPR Sulbar Turunkan Tim Perbaiki

​Berdasarkan Lembar Kerja Evaluasi (LKE) yang diolah oleh tim Itjen, posisi Kanwil Kemenkum Sulbar saat ini berada pada Level 3 dengan nilai 57,20 persen.

​Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Ramli, menyampaikan bahwa tim Itjen memberikan apresiasi atas komitmen Kanwil Sulbar dalam implementasi Manajemen Risiko. Namun, terdapat catatan kritis penting sebagai area perbaikan signifikan.

​Tim Inspektorat Jenderal menyoroti beberapa poin utama yang harus segera diperbaiki dan diperkuat oleh Kanwil Sulbar:

​Penguatan Proses Inti MR: Perlu adanya perbaikan dan penguatan secara menyeluruh pada proses inti pelaksanaan Manajemen Risiko.

​Perbaikan Matriks MR dan Pemantauan: Perbaikan harus difokuskan pada penyusunan Matriks Manajemen Risiko (MR) yang lebih baik, dan yang paling utama, Matriks Pemantauan untuk memastikan risiko dikendalikan secara efektif dan terukur.

​Optimalisasi Fungsi Early Warning: Dokumen Manajemen Risiko perlu dioptimalkan fungsinya agar dapat berperan sebagai sistem peringatan dini (early warning) yang efektif untuk tujuan pencegahan, bukan sekadar pelaporan. (*)

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved