Majene
Hari Asyura 10 Muharram, Emak-emak di Majene Berburu Peralatan Dapur di Pasar Sentral
Bukan tanpa alasan, banyak dari mereka percaya dengan membeli perlengkapan dapur di Hari Asyura bisa mendatangkan rezeki dan keberkahan dalam rumah
Penulis: Anwar Wahab | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/memperbarui-semangat-dan-harapan-dalam-keluarga.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Hari Asyura yang jatuh pada 10 Muharram membawa nuansa berbeda di Pasar Sentral Majene, Sulawesi Barat.
Sejak Minggu pagi kemarin (6/7/2025), hingga hari ini pasar diserbu warga, terutama emak-emak, yang antusias berburu peralatan dapur.
Meskipun hari ini pasar sudah tak membludak kemarin, namun masih saja ada ibu-ibu yang memanfaatkan momen tersebut untuk membeli perlengkapan dapur.
Baca juga: Harga Beras Meroket, Bulog Pasangkayu Janji Salurkan Beras 10 Kg Ke Masyarakat
Baca juga: Bukan Hanya Beras dan LPG, Harga Minyak Goreng di Mamuju Tengah Juga Melonjak
Bukan tanpa alasan, banyak dari mereka percaya bahwa membeli perlengkapan dapur di Hari Asyura bisa mendatangkan rezeki dan keberkahan dalam rumah tangga.
“Katanya kalau beli sendok di hari ini, rezeki bisa terus disendok masuk. Itu pesan dari orang tua dulu,” ujar Arni, warga Majene yang ditemui Tribun-Sulbar.com di tengah pasar, Senin (7/7/2025).
Arni mengaku setiap tahun selalu menyempatkan diri datang ke pasar pada 10 sampai 13 Muharram.
Kali ini, ia membeli sendok nasi dan sendok makan sebagai simbol harapan agar dapurnya tidak pernah kekurangan.
Tradisi ini telah mengakar di kalangan masyarakat Majene. Meski zaman terus berubah, keyakinan akan keberkahan 10 Muharram tetap kuat.
Warga meyakini bahwa memulai tahun baru Islam dengan belanja peralatan dapur adalah cara memperbarui semangat dan harapan dalam keluarga.
“Tidak harus alat dapur saja, apa saja bisa dibeli. Tapi yang diajarkan orang tua dulu, peralatan masak itu yang utama karena berkaitan langsung dengan isi dapur dan perut keluarga,” tambah Arni.
Keramaian ini dimanfaatkan para pedagang yang menjajakan aneka perabotan seperti panci, gayung, rantang, hingga bakul nasi. Salah satunya, Yusril, menyebut omzet dagangannya melonjak hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.
Namun bagi warga seperti Arni, momen ini bukan semata urusan belanja, tapi juga bentuk ikhtiar dan keyakinan.
“Ini soal rasa syukur dan harapan. Supaya tahun ini lebih baik dari sebelumnya,” tutupnya. (*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar.com Anwar Wahab.
| 2 Warga Bertetangga di Majene Cekcok Gara-gara Suara Musik Besar Didamaikan |
|
|---|
| UT Majene Tandatangani PKS dengan Kemenkum RI, Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual |
|
|---|
| Ratusan Calon Wisudawan UT Majene Meriahkan Senam Sehat Jelang Wisuda di Mamuju |
|
|---|
| 352 Calon Wisudawan UT Majene Ikuti Gladi Bersih di Ballroom Grand Maleo Mamuju |
|
|---|
| UT Majene Wisuda 434 Mahasiswa, Gubernur Sulbar Apresiasi Semangat Pendidikan Jarak Jauh |
|
|---|